NewsTicker

Mabes Polri Kembali Panggil Bachtiar Nasir Terkait Kasus Pencucian Uang

Mabes Polri Kembali Bachtiar Nasir Terkait Kasus Pencucian Uang Bachtiar Nasir, Kasus TPPU

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Markas besar (Mabes) Polri hari ini memanggil Bachtiar Nasir (BN) untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS).

“Rencananya hari ini akan dipanggil,” kata Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI) yang juga anggota tim hukum BN, Munarman saat dihubungi Beritasatu.com. Senin (21/12/2020).

BACA JUGA:

BN adalah mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bachtiar Nasir sebenarnya telah dijadikan tersangka sejak 2019. Dalam kasus yang terjadi pada 2017 ini, selain Bachtiar Nasir, ada tersangka lain, yaitu AA dan Islahudin Akbar.

YKUS mengumpulkan donasi bagi Aksi Bela Islam 411 dan 212. Saat itu terkumpul sekitar Rp 2,139 miliar yang belakangan diambil Rp 2,1 M di sebuah bank syariah oleh M. Di bank syariah tersebut sebenarnya ada aturan, yakni penarikan dalam jumlah di atas Rp 1 miliar wajib diambil di cabang tempat rekening itu dibuka atau tidak boleh mengambil di cabang lain.

Dalam kasus ini, ada peran Islahudin Akbar, mantan pegawai bank, untuk mempermulus pencairan tersebut. Islahudin tidak taat SOP sesuai undang-undang. Dia lalu menyerahkan uang itu kepada M yang bertugas hanya membayar semua kebutuhan BN.

BACA JUGA:

UBN dijerat dengan Pasal 70 juncto Pasal 5 ayat (1) UU nomor 16/2001 tentang Yayasan yang diubah menjadi UU 28/2008. Lalu, Pasal 374 juncto Pasal 372 atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP.

Kepolisian juga menduga Bachtiar Nasir melakukan pidana perbankan yang dijerat dengan Pasal 49 ayat (2) huruf b UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah, serta Pasal 3 dan Pasal 5 serta Pasal 8 UU 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: