NewsTicker

Warbler Saudi: Tahanan Elit Saudi Dipindah ke RS Karena Penyakit Misterius

Warbler Saudi: Tahanan Elit Saudi Dipindah ke RS Karena Penyakit Misterius Pangeran Saudi, Mohammed bin Salman (MbS)

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM – Mujtahid, Whistleblower atau Warbler Saudi yang diyakini sebagai anggota atau memiliki sumber yang terhubung dengan baik dalam keluarga kerajaan, dalam tweet-nya mengatakan “Tahanan senior dari House of Saud dipindahkan ke rumah sakit karena penyakit misterius, kemungkinan terpapar “racun Rusia atau Israel”.

Akun Mujtahid juga menyinggung penasihat MbS, Saud Al-Qahtani, yang mendorong Putra Mahkota untuk menyingkirkan para pesaingnya untuk mengamankan tahta kerajaan.

BACA JUGA:

Sebelumnya, kedok kampanye anti-korupsi di kerajaan Saudi yang baru, menimbulkan kekhawatiran di dalam akan terulangi lagi siasat ini terhadap para pangeran dan pengusaha, yang dikenal sebagai penjara “Ritz Carlton”.

Pangeran Saudi, Mohammed bin Salman (MbS)

Kedok kampanye ini telah mengakibatkan penangkapan personel militer senior dan sejumlah pegawai pemerintah, serta beberapa menyebutnya “Mini Ritz”, karena ukurannya lebih kecil dari pendahulunya, yang diluncurkan pada 2017, di hotel mewah di ibu kota Riyadh.

Investigasi yang diterbitkan oleh media pemerintah, menyatakan bahwa komisi antikorupsi negara telah menangkap dua pencari suap yang “tertangkap tangan” dalam serangkaian penggerebekan, dan menemukan uang tunai yang disembunyikan di loteng, brankas bawah tanah, dan bahkan di masjid.

BACA JUGA:

Kampanye baru, yang menargetkan semua orang mulai dari pejabat senior pertahanan, hingga pejabat junior di kota, bidang kesehatan dan lingkungan, memperkuat cengkeraman pangeran mahkota besi pada kekuasaan.

Seorang pengamat di Kerajaan mengkonfirmasi bahwa kampanye tersebut berusaha untuk mengkonfirmasi bahwa “hanya ada satu kepemimpinan”.

Di sisi lain, Organisasi hak asasi manusia telah memperingatkan tentang kampanye pemerintah Saudi baru-baru ini, yang mentersangkakan 300 pejabat dengan tuduhan korupsi, dan menyatakan keprihatinan bahwa mereka menjadi sasaran “ketidakadilan”.

David Ignatius, seorang jurnalis untuk “Washington Post,” pada Juli lalu mengatakan bahwa kerajaan sedang mempersiapkan “tuduhan korupsi dan ketidaksetiaan” terhadap mantan putra mahkota, Mohammed bin Nayef, yang telah ditahan sejak Maret lalu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: