Cuitan “Menag Gebuk Islam”, Said Didu Resmi Dilaporkan ke Bareskrim

Cuitan "Menag Gebuk Islam", Said Didu Resmi Dilaporkan ke Bareskrim
Foto Said Didu

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran cuitannya di akun Twitter @msaid_didu soal ‘Menag Ingin Gebuk Islam’.

Kasus ini berawal dari cuitan Said Didu mengomentari statemen pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer. Di mana, Qodari menyebut bahwa pemilihan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju jilid II karena Ketua Umum GP Ansor tersebut paling keras dengan kelompok ormas Islam tertentu.

BACA JUGA:

Statemen itu dimuat oleh kantor berita politik RMOL.ID yang berjudul “Gus Yaqut Jadi Menag, Qodari: Dia Keras Dengan Kelompok Islam Tertentu, Itu Yang Dicari Presiden” yang dirilis pada hari Selasa 22 Desember 2020 pukul 18.45 WIB.

“Soal Gus Yaqut, dia keras kepada kelompok Islam tertentu, itu yang dicari presiden dari Yaqut ya. Bahwa selama ini Yaqut keras kepada kelompok-kelompok yang sekarang berhadapan dengan pemerintah. Jadi kuat ideologi, kuat pertarungan ideologi, head to head gitu,” kata Qodari di dalam wawancaranya dengan wartawan RMOL tersebut.

Berita itu pun di-repost oleh pemilik akun Twitter @_Banyoe pada pukul 19.35 WIB yang akhirnya direspon oleh Said Didu. Selama ini Said Didu dan pemilik akun Twiter @_Banyoe kerap nyinyir akan kebijakan Jokowi di akun mereka. (ARN)

Laporan itu dilakukan oleh Ketua PAC Ansor Jagakarsa, Wawan. Bareskrim Polri pun menerima laporan itu dengan nomor LP/B/0719/XII/2020/BARESKRIM per tanggal 23 Desember 2020.

BACA JUGA:

“Isi Twitternya mengenai bahwa Presiden inginkan Menag untuk menggebuk Islam. Nah, ini kan kami bisa lihat ada ujaran kebencian juga terkait SARA”, kata Wawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020).

Wawan menilai cuitan Said Didu itu telah menghina Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Agama (Menag).

“Jadi sebenarnya Menagnya yang sekarang Yaqut sendiri belum bekerja. Malah ketika beliau pertama kali pidato tentang masalah sebagai Menag. Jadi bagaimana umat Islam itu saling bersatu/guyub. Tapi sepertinya di akun Said Didu itu sudah menghukumi, menjustifikasi seakan-akan Menag ini untuk menggebuk Islam padahal kan saya orang Islam. Saya jadi merasa digebuk oleh pemerintah”, paparnya.

BACA JUGA:

Dalam pelaporannya, Wawan mengaku membawa barang bukti berupa screenshot cuitan Said Didu dan flashdisk. Wawan berharap setelah laporannya diterima, aparat kepolisian bisa dengan segera menindaklanjuti ke langkah selanjutnya.

“Sementara ini laporan kami baru diterima, kami berharap kepolisian langsung menindaklanjuti. Kami harap ini jadi syok terapi juga. Dan juga berharap ini biar tak ada lagi orang yang sembarangan posting tentang ujaran kebencian dan ketidakpercayaan kepada pemerintah kan bahaya”, ujarnya.

Dalam laporan itu, Said Didu dianggap melanggar tindak pidana ujaran kebencian atau permusuhan individu dan atau antar-golongan (SARA) dan atau kejahatan terhadap penguasa sebagaimana diatur dalam Pasal 45 A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 207 KUHP. (ARN)

About Arrahmahnews 29522 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.