NewsTicker

Tekan Assad, AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Suriah

Tekan Assad, AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Suriah Mr Bashar Assad, Syria

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan babak baru sanksi untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad sebelum presiden terpilih AS Joe Biden menjabat pada Januari nanti.

Bank Sentral Suriah, tokoh-tokoh berpangkat tinggi dan entitas ekonomi yang mendukung Damaskus menjadi sasaran dalam sanksi baru Departemen Keuangan AS.

BACA JUGA:

“Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan AS memberi sanksi kepada seorang pejabat tinggi di pemerintah Suriah; suaminya, anggota Majelis Rakyat Suriah; dan entitas bisnis mereka”, bunyi pernyataan yang dirilis pada Hari Selasa (22/12) oleh Departemen Keuangan AS.

Di antara mereka yang masuk daftar hitam di Washington’s Specially Designated Nationals (SDN) dan Daftar Orang yang Diblokir itu diantaranya adalah: Asma al-Assad, istri presiden Suriah kelahiran Inggris, beberapa anggota keluarganya, Lina Mohammed Nazir al-Kinayeh, salah satu penasihat utama Assad; suaminya, anggota parlemen Suriah Mohammed Hammam Mohammed Adnan Masouti; beberapa bisnis afiliasi pemerintah; dan Jenderal Kifah Moulhem, komandan organisasi Intelijen Militer Suriah.

“Secara total, OFAC menambahkan dua individu, sembilan entitas bisnis, dan Bank Sentral Suriah ke Daftar SDN, sesuai dengan otoritas sanksi Suriah,” kata OFAC dalam pernyataan yang dirilis.

BACA JUGA:

Sanksi baru itu membekukan asset-aset mereka yang masuk daftar hitam di AS, dan umumnya melarang orang Amerika untuk berbisnis dengan mereka yang masuk daftar hitam Departemen Keuangan AS.

Departemen Keuangan AS juga menambahkan bahwa orang-orang Non-Amerika yang terlibat dalam transaksi tertentu dengan individu dan entitas yang ditargetkan dalam sanksi juga dapat menjadi sasaran tindakan hukuman.

Sanksi baru terhadap Suriah adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghentikan dana bagi  pemerintahan Assad.

Sanksi sebelumnya, yang juga menargetkan istri Assad awal tahun ini, menandai putaran lain dalam upaya pimpinan AS untuk menekan pemerintah Assad bernegosiasi dengan pasukan anti-Damaskus untuk mengakhiri perang negara yang sudah berlangsung hampir selama satu dekade tersebut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: