NewsTicker

Kurang Ajar! Majelis Mujahidin Sebut Kabinet Jokowi Angkat Satpam Gereja Jadi Menag

Kurang Ajar! Majelis Mujahidin Sebut Kabinet Jokowi Angkat Satpam Gereja Jadi Menag Gus Yaqut Dihina

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMMenteri Agama yang baru Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan posisi Fachrul Razi, di Istana, Rabu, 23 Desember 2020.

Sosok Gus Yaqut yang juga Ketum Ansor dikenal sering menyampaikan pernyataan-pernyataan memerangi pola pikir kelompok radikal yang menyudutkan pemerintah dan kelompok radikal ini sering membuat keributan dan gaduh di Indonesia. Gus Yaqut adalah sosok yang bisa merangkul semua agama, dia salah satu tokoh muda dalam menjaga toleransi di negeri ini.

BACA JUGA:

Sebelumnya Said Didu juga mengeluarkan pernyataan yang berbau SARA dengan mengatakan “Menag Gebuk Islam” yang mengakibatkan dirinya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ansor Jagakarsa. Dan ternyata Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin, Irfan S. Awwas, membuat pernyataan “Kabinet Jokowi Angkat Satpam Gereja Jadi Menag” dimuat oleh media Panji Mas (25/12), media ini juga sempat diblokir oleh Kominfo karena terindikasi sebagai media radikal.

Kurang Ajar! Majelis Mujahidin Sebut Kabinet Jokowi Angkat Satpam Gereja Jadi Menag

Gus Yaqut Dihina

Menurut Irfan, “Jika dalam kabinet Indonesia maju Jokowi, mengangkat “Satpam gereja” jadi menag. Bukan mustahil, Jokowi ingin dapat dukungan Banser NU untuk menjalin hubungan diplomatik dengan zionis Israel”, Rabu, 23 Desember 2020, dilansir dari Panjimas.com..

Irfan menilai diangkatnya Yaqut sebagai Menteri Agama, menurutnya Presiden Jokowi terkesan membiarkan kegaduhan yang sedang melanda negeri.

BACA JUGA:

Padhal kita tahu bersama bahwa Banser adalah garda terdepan bersama aparat keamanan menjaga Indonesia dari rong-rongan kelompok radikal, Irfan tidak menyadari bahwa organisasinya juga diduga sebagai organisasi yang terkait dengan radikalisme yang sedang marak di Indonesia. namu dua ormas Islam Muhammadiyah dan NU telah menyambut baik dengan dilantiknya beberapa menteri baru terutama Yaqut Cholil Qoumas.

PBNU berharap Yaqut Cholil Qoumas bisa memimpin Kementerian Agama lebih baik. Sekjen PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini meyakini bahwa Yaqut Cholil bisa memimpin Kementerian Agama lebih baik. Terlebih dalam upaya menghadapi tantangan radikalisme dan terorisme.

“Saya percaya dan yakin bahwa dengan rekam jejak Gus Yaqut yang selama ini memimpin Ansor dengan sangat baik, maka kita harapkan dalam ladang pengabdian yang baru di Kemenag ini bisa memimpin, terutama adalah menghadapi tantangan radikalisme dan terorisme,” ucapnya.

BACAC JUGA:

Helmy juga berharap Yaqut bisa memimpin dan membangun umat Islam menjadi agama yang penuh rahmat dan penuh perdamaian. Lebih jauh, Helmy juga mengingatkan agar persoalan ibadah haji hingga pesantren bisa lebih baik lagi ke depannya.

“Jadi kita harapkan Menag yang baru ini dapat membangun suatu mainstreaming, pengarusutamaan di dalam konteks menjadikan Islam sebagai agama yang penuh rahmat, penuh perdamaian,” ujar Helmy.

“Di samping itu, NU sendiri memandang bahwa agenda-agenda penting lainnya, penataan ibadah haji, pesantren, madrasah, kita harapkan dengan kepempimpinan Menag baru ini bisa lebih perform lah, bisa lebih baik ke depan,” sambungnya.

Seperti diketahui, pengumuman nama-nama menteri baru ini disampaikan langsung oleh Jokowi, yang didampingi Wapres Ma’ruf Amin, di Istana Negara, Selasa (22/12/2020), sekitar pukul 15.30 WIB. Tampak seluruh menteri baru Jokowi hadir di Istana mengenakan pakaian serba putih, jaket biru, dan celana berwarna hitam. Pengumuman disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden.

BACA JUGA:

Salah satu yang diumumkan yakni Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Yaqut sediri ditunjuk menjadi Menteri Agama RI menggantikan Fachrul Razi.

“Yang keempat, Yaqut Cholil Qoumas,” kata Presiden Jokowi dalam pengumuman menteri baru di Istana Merdeka, Selasa (22/12/2020).

“Akan kita berikan tanggung jawab sebagai Menteri Agama,” imbuh Jokowi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: