NewsTicker

Negara-Negara Adidaya Takut Kemampuan Pertahanan Udara Yaman

Negara-Negara Adidaya Takut Kemampuan Pertahanan Udara Yaman Drone CH4

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Kemampuan pertahanan udara Yaman telah berkembang pesat selama enam tahun perang yang dipimpin Saudi di Yaman. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi negara-negara adidaya, yang selama ini menyelesaikan kesepakatan senjata dengan negara-negara yang terlibat dalam perang.

Pekan lalu, pertahanan udara Yaman menembak jatuh drone tempur CH4 di atas langit distrik Madkhal di Marib. Operasi tersebut menjadi perhatian khusus, terutama karena drone yang ditembak jatuh itu dianggap sebagai salah satu kebanggaan industri militer China.

BACA JUGA:

China berusaha menemukan rahasia senjata yang menembak jatuh CH4 di Marib

Operasi penargetan itu menurut sebuah artikel yang diangkat Al-Masirah, Minggu (28/12) menimbulkan kekhawatiran bagi China, karena ini bukan pertama kalinya pertahanan udara Yaman menembak jatuh drone buatan China. Ini mendorong China untuk mencoba mencari tahu jenis senjata yang berhasil memburu pesawatnya di atas wilayah udara Yaman, bahkan jika mereka harus mengeluarkan biaya untuk itu.

Negara-Negara Adidaya Takut Kemampuan Pertahanan Udara Yaman

Drone CH4

Abdullah Salam Al-Hakimi, seorang politisi Yaman, mengungkap bahwa China telah menawarkan sejumlah besar uang kepada Sana’a sebagai imbalan untuk memberikan informasi tentang bagaimana pesawatnya itu ditembak jatuh oleh Angkatan Bersenjata Yaman.

“….China menganggap bahwa penembakan banyak drone tempur CH4-nya yang canggih, yang telah dijual dalam jumlah ratusan ke Arab Saudi untuk digunakan dalam agresi melawan Yaman, sebagai bukti praktis dari kegagalan pesawatnya,” ujar Al- Hakimi dalam sebuah postingan yang diterbitkan di halaman Twitter-nya.

BACA JUGA:

“Kontak rahasia sedang berlangsung dengan Sana’a untuk mengetahui rincian penyadapan, untuk menghindari kerusakan, dengan imbalan sejumlah besar, untuk dibayar di muka”, tambahnya.

Pertahanan Yaman membalik persamaan militer di hadapan koalisi

Pentingnya informasi ini berdasarkan pada fakta bahwa pertahanan udara Yaman telah menjadi figur  berpengaruh di kawasan, dan mampu membalikkan persamaan militer dengan koalisi. Ini semua berhasil dicapai terlepas dari operasi penghancuran yang terjadi yang telah dilakukan oleh rezim penguasa sebelumnya, di bawah pengawasan agen Badan Keamanan Nasional,

Ammar Mohammad Abdullah Saleh, atas instruksi pamannya, mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. Operasi itu  didokumentasikan baik secara audio dan video, di mana 1263 rudal pertahanan udara Yaman dihancurkan, 52 peluncur rudal bahu dan 103 baterai rudal tentara Yaman, yang dapat berkontribusi untuk mencegah serangan udara koalisi dan mengekang pembantaian terhadap Yaman.

Operasi penghancuran itu dilakukan atas permintaan AS setelah mengirim tim dari apa yang disebut Kantor Penghapusan Senjata di Departemen Luar Negeri AS.

Kemampuan Yaman mengkhawatirkan entitas Israel:

Selama tahun-tahun terakhir agresi yang dipimpin Saudi di Yaman, pertahanan udara negara itu telah membuktikan kemampuan mereka untuk menangani pesawat tempur koalisi dan telah mampu membuat sistem pertahanan rudal Fater dan Thaqib.

Prestasi tak terduga untuk kemampuan pertahanan udara Yaman itu berhasil menembak jatuh lebih dari 371 pesawat tempur, helikopter Apache dioperasikan oleh koalisi agresi sejak awal perang di Yaman hingga Maret lalu.

Menurut apa yang telah diungkapkan oleh banyak laporan dan outlet media dari otoritas pendudukan Israel, Kekhawatiran tentang kemampuan Yaman itu  tidak hanya mempengaruhi negara-negara adidaya, tetapi bahkan entitas Israel. (ARN)

Sumber: Almasirah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: