NewsTicker

Hassan Nasrallah Ungkap 3 Negara Dalang Pembunuhan Soleimani

Hassan Nasrallah Ungkap 3 Negara Dalang Pembunuhan Soleimani Wawancara Sayed Hassan Nasrallah, Lebanon

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COMPemimpin gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon, Sayyed Hassan Nasrallah, mengatakan bahwa Arab Saudi bekerjasama dengan rezim AS dan Israel dalam pembunuhan komandan tertinggi Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani, wakil komandan Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU), Abu Mahdi al-Muhandis, dan teman-temannya. Saudi, AS dan Israel juga berusaha untuk membunuh para komandan front perlawanan lainnya.

Nasrallah membuat pernyataan itu dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jaringan televisi al-Mayadeen hari Minggu (27/12), di mana ia merefleksikan perkembangan utama regional dan internasional serta masalah domestik di Lebanon.

BACA JUGA:

“Pembunuhan Jenderal Soleimani bukan hanya kejahatan Amerika, tapi saya percaya bahwa Israel dan Arab Saudi juga menjadi penyebab kejahatan ini, bahkan jika peran mereka adalah untuk memprovokasi Washington agar melakukannya”, kata Nasrallah.

Hassan Nasrallah Ungkap 3 Negara Dalang Pembunuhan Soleimani

Wawancara Sayed Hassan Nasrallah, Lebanon

Letnan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), dan rekannya dari Irak Abu Mahdi al-Muhandis, wakil kepala Unit Mobilisasi Populer, dibunuh bersama dengan rekan-rekan mereka dalam teror serangan drone AS di bawah perintah Trump di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020.

Dua hari kemudian anggota parlemen Irak menyetujui RUU yang menuntut penarikan semua pasukan militer asing yang dipimpin oleh Amerika Serikat dari negara itu.

BACA JUGA:

Kedua komandan yang gugur dalam operasi pembunuhan tersebut dikagumi oleh negara-negara Muslim karena telah membasmi kelompok teroris ISIS Takfiri dukungan AS di kawasan, khususnya di Irak dan Suriah.

Pembunuhan AS menarik gelombang kecaman dari para pejabat dan gerakan di seluruh dunia, dan memicu protes publik besar-besaran di seluruh kawasan.

Tindakan teror pengecut itu dilakukan di bawah arahan Donald Trump, dengan Pentagon bertanggung jawab atas serangan itu.

Menurut Departemen Pertahanan AS, lebih dari 100 pasukan Amerika Serikat menderita “Cedera otak traumatis” selama serangan balasan di pangkalan itu. IRGC mengatakan bahwa Washington menggunakan “Alasan” tersebut untuk menutupi jumlah pasukan Amerika yang tewas selama serangan pembalasan Iran.

Iran menggambarkan serangan rudal di pangkalan udara Ain al-Assad sebagai “Tamparan pertama”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: