NewsTicker

WOW! Sekjen Hizbullah Ungkap Upaya Pembunuhan Dirinya

Wawancara Hassan Nasrullah, Lebanon

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COMSekretaris Jenderal Hizbullah, Sayed Hassan Nasrallah menekankan bahwa putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman telah mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk melaksanakan pembunuhan atas dirinya serta para komandan lain dari front perlawanan.

Ia menambahkan bahwa menurut informasi yang diterima dari sumber yang dapat dipercaya, selama kunjungan pertamanya ke Washington, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah mencoba meyakinkan Trump untuk mengizinkan pembunuhan komandan Hizbullah dan para pejabat seniornya melalui operasi Israel.

BACA JUGA:

“Data kami menunjukkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengangkat masalah pembunuhan saya selama kunjungannya ke Washington”, menambahkan bahwa AS “menyetujui permintaan Saudi untuk membunuh saya, dan bahwa Israel akan menerapkannya”.

Wawancara Hassan Nasrullah, Lebanon

“Kami memiliki informasi bahwa Arab Saudi telah merencanakan untuk membunuh saya setidaknya sejak perang di Yaman dimulai”, kata pemimpin Hizbullah itu.

Ketika ditanya apakah rencana tersebut adalah sesuatu yang bijaksana dan logis bagi Arab Saudi, Nasrallah menegaskan bahwa Arab Saudi, khususnya dalam beberapa tahun terakhir, telah bertindak atas dasar dendam, bukan pertimbangan.

Ia menambahkan bahwa AS, Israel, dan Arab Saudi adalah mitra dalam pembunuhan komandan tertinggi Iran, Qassem Soleimani, dan wakil komandan Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak, Abu Mahdi al-Muhandis.

BACA JUGA:

Ditanya apakah dia harus lebih berhati-hati selama hari-hari terakhir Trump berkuasa agar tidak mengambil tindakan serius terhadap front perlawanan, Nasrallah mencatat bahwa semua bukti menunjuk pada fakta bahwa kehebohan media yang diluncurkan oleh Zionis tentang masalah ini membuktikan bahwa tidak ada realitas di balik semua ini.

Nasrallah menambahkan bahwa ia selalu menjadi target poros bersama AS, Israel, dan Arab Saudi baik sebelum maupun sesudah pembunuhan Letjen Qassem Soleimani, menambahkan bahwa upaya yang dilakukan dalam hal ini menjadi lebih intens sebelum pemilihan presiden AS baru-baru in, karena Trump membutuhkannya untuk meningkatkan pengaruhnya terhadap jajak pendapat Amerika Serikat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: