NewsTicker

Iran: Kunjungan Delegasi Irak Itu Sudah Biasa

Iran: Kunjungan Delegasi Irak Itu Sudah Biasa Delegasi Irak di Iran

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Mengomentari kunjungan singkat dan mendadak delegasi Irak ke Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengatakan pada Senin (28/12) bahwa kunjungan semacam itu adalah sesuatu yang “Sudah biasa”.

Berbicara pada konferensi pers mingguan pada hari Senin, juru bicara itu mengatakan, “Kunjungan ini memang terjadi, dan penasihat perdana menteri Irak datang ke Iran, dan kami memiliki kontak rutin dan dekat dengan para pejabat Irak di berbagai bidang. Mereka pergi ke Iran atas undangan kami dan datang ke Iran untuk membahas perkembangan dan masalah bilateral, dan pembicaraan antara Iran dan Irak ini adalah cukup umum”.

BACA JUGA:

Pada Minggu pagi, media berita Irak melaporkan bahwa delegasi Irak diperkirakan akan tiba di Tehran pada Minggu sore. Delegasi tersebut membawa pesan dari Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi.

Delegasi Irak tersebut melakukan kunjungan singkat ke Iran atas perintah perdana menteri Irak dan dipimpin oleh Abu Jihad al-Hashemi.

Iran: Kunjungan Delegasi Irak Itu Sudah Biasa

Delegasi Irak di Iran

Kunjungan itu dilakukan dengan latar belakang ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS menyusul serangan roket ke kedutaan AS di Baghdad. Amerika menyalahkan serangan itu pada apa yang disebutnya “Milisi dukungan Iran” tetapi Iran menolak tuduhan itu.

Menteri Energi Iran Reza Ardakanian juga akan mengunjungi Irak pada Selasa (29/12) untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Irak tentang masalah energi.

BACA JUGA:

Juru bicara Kementerian Kelistrikan Irak Ahmed al-Abadi mengatakan bahwa kunjungan menteri Iran ada hubungannya dengan pengurangan ekspor gas Iran ke Iran dalam beberapa pekan terakhir. Juru bicara tersebut mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa Iran telah menurunkan ekspor gasnya ke Irak karena ketidakmampuan Irak untuk membayar hutangnya ke Iran.

Menurut laporan Reuters, Iran telah mengurangi ekspor gas ke Irak menjadi lima juta meter kubik dari 50 juta meter kubik dua minggu lalu dengan alasan tagihan yang belum dibayar, dan juga secara resmi memberi tahu Kementerian Listrik Irak pada hari Minggu bahwa mereka berencana untuk memotong pengiriman lebih lanjut menjadi tiga juta meter kubik.

Ahmed Moussa, juga juru bicara Kementerian Listrik Irak, mengatakan bahwa Reza dijadwalkan mengunjungi Baghdad pada Hari Selasa untuk membahas tagihan yang belum dibayar dengan mitranya dari Irak.

“Kami sangat mendorong Kementerian Keuangan Irak untuk menyelesaikan tagihan yang belum dibayar dengan Iran untuk menghindari kekurangan pasokan listrik di Baghdad dan kota-kota lain,” kata Moussa sebagaimana dikutip Reuters. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: