Konflik Milisi Pro Saudi dan UEA Ancam Situasi Keamanan Aden

Konflik Milisi Pro Saudi dan UEA Ancam Situasi Keamanan Aden
Konflik Milisi Pro Saudi dan UEA Ancam Situasi Keamanan Aden

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Gubernur Aden, Tariq Salam, menjelaskan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa konflik yang sedang berlangsung antara milisi pro koalisi dukungan Arab Saudi dan UEA membahayakan situasi kemanusiaan dan keamanan di Aden.

Al Masirah melaporkan bahwa Serangan yang menargetkan bandara Aden pada hari Rabu lalu terjadi sebagai bagian dari serangkaian tindakan saling balas antara militan yang disponsori Saudi dan yang didukung UEA, menyebabkan kekacauan dan kehancuran di provinsi selatan.

BACA JUGA:

“Serangan itu akan berdampak buruk bagi kehidupan warga, yang setiap hari diperburuk oleh penyebaran penyakit dan epidemi dan tidak adanya layanan dasar,” tambahnya.

Konflik Milisi Pro Saudi dan UEA Ancam Situasi Keamanan Aden
Foto Polisia berlari saat ledakan di Bandara Aden Yaman

 

Gubernur menjelaskan bahwa situasi buruk di provinsi selatan membutuhkan sikap tegas dari semua faksi masyarakat untuk menghentikan konspirasi agresi yang menargetkan keamanan dan perdamaian sosial di provinsi tersebut.

“Ledakan hari ini bukan tidak mungkin dan aneh bagi pemerintah Hadi yang didukung Saudi, yang tidak dapat mengamankan dirinya sendiri, bagaimana mereka bisa menjamin hak-hak rakyatnya, sementara keputusan mereka diambil oleh duta besar Saudi di satu sisi dan para pemimpin Emirat di sisi lain,” katanya.

BACA JUGA:

Ia menekankan bahwa negara-negara agresi berusaha untuk mengajukan tuntutan dan standar ganda untuk menutupi keadaan ketidakberdayaan dan kelemahan dengan alasan palsu untuk mendapatkan simpati dari komunitas internasional.

Ledakan telah menghantam bandara di kota selatan Yaman, Aden, setelah sebuah pesawat yang membawa rombongan pemerintahan Hadi yang baru mendarat dari Riyadh.

“Sedikitnya 26 orang tewas dan lebih dari 50 luka-luka dalam serangan pada Rabu itu,” kata sumber medis dan keamanan.

Menurut penduduk dan media local, beberapa jam setelah serangan itu, ledakan kedua terdengar di sekitar istana kepresidenan Maasheq Aden di mana para anggota kabinet pilihan Saudi, diantaranya Perdana Menteri Maeen Abdulmalik, serta duta besar Saudi untuk Yaman, telah dibawa ke tempat yang aman.
Sumber keamanan setempat mengatakan tiga peluru mortir telah mendarat di aula bandara. Tembakan sporadis juga terdengar.

Kabinet baru Hadi dibentuk di Arab Saudi pada 18 Desember. Didalamnya terdapat orang-orang yang setia kepada pemerintah mantan presiden Yaman yang didukung Saudi Abd Rabbuh Mansur Hadi, dan separatis selatan yang didukung UEA. (ARN)

About Arrahmahnews 29472 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.