Mantan PM Irak Bongkar Komunikasi Trump Sebelum Bunuh Soleimani

Mantan PM Irak Bongkar Komunikasi Trump Sebelum Bunuh Soleimani
Mantan PM Irak, Adel Abdul-Mahdi

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM  Mantan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengungkapkan bahwa sebelum AS melakukan pembunuhan terhadap Komandan anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani, Presiden AS Donald Trump telah memintanya 3 hari sebelumnya untuk membuka negosiasi dan mediasi dengan Tehran.

Dalam laporan yang dirilis oleh TV al-Mayadeen, Abdul Mahdi mengungkapkan detail percakapannya dengan Trump tiga hari sebelum serangan mematikan itu.

BACA JUGA:

“Trump menelepon saya pada Malam Tahun Baru (2020) sekitar pukul 21.00. Dia mengatakan bahwa Amerika tidak mengenal orang Iran dengan baik, tetapi orang Irak mengenal mereka dengan baik,” kata Abdul Mahdi.

“Saya menekankan kepadanya bahwa Iran mengatakan mereka tidak mencari perang karena AS tidak menginginkannya. Saya kemudian menyarankan kepada Trump untuk bernegosiasi langsung dengan Iran atau melakukan perjanjian rahasia seperti yang telah dicapai pada tahun 2003,” mantan PM Irak menambahkan.

Mantan PM Irak Bongkar Komunikasi Trump Sebelum Bunuh Soleimani
Mantan PM Irak, Adel Abdul-Mahdi

“Anda adalah negosiator yang baik. Lakukan apapun yang Anda bisa dalam hal ini. Kami siap untuk itu,” kata Trump seperti dikutip Abdul Mahdi.

“Pembicaraan berakhir saat itu dan ada kesepakatan resmi serta undangan bagi martir Soleimani untuk datang ke Irak untuk konsultasi”, katanya.

BACA JUGA:

Abdul Mahdi menjelaskan bahwa operasi pembunuhan bukanlah keputusan yang diambil dalam satu atau dua hari, dan pasti telah direncanakan sejak lama, menyiratkan bahwa Trump telah melakukan kontak dan mengajukan permintaan sebagai bagian dari rencana pembunuhan.

“Kemudian pemerintah Irak menangguhkan izin untuk semua operasi penerbangan (di atas langit Irak) pada saat itu, khususnya ketika menyadari bahwa Israel telah beberapa kali melanggar wilayah udara Irak, dan pembatasan itu berlaku untuk semua”, pungkasnya.

Namun, malam itu Letnan Jenderal Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020.

Serangan udara itu juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Pasukan Mobilisasi Populer Irak. Keduanya menjadi martir dalam serangan udara Amerika yang menargetkan kendaraan mereka di jalan bandara. (ARN)

Sumber: FNA

About Arrahmahnews 31376 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.