NewsTicker

Hakim Inggris Putuskan Pendiri WikiLeaks ‘Julian Assange’ Tak Bisa Diekstradisi ke AS

Inggris, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang Hakim Inggris memutuskan bahwa pendiri situs whistleblower WikiLeaks Julian Assange tidak bisa diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi persidangan atas tuduhan spionase.

Hakim Distrik, Vanessa Baraitser, di Old Bailey London mengeluarkan putusan pada hari Senin (04/01) terhadap kasus yang sudah berjalan lama itu, mengutip kekhawatiran bahwa Assange dapat melakukan bunuh diri. Kekhawatiran ini menjadi alasan penghentian ekstradisinya ke AS di mana ia akan dituntut karena menerbitkan dokumen rahasia militer AS.

Ia mengatakan jika ditahan di Amerika Serikat, Assange “menghadapi prospek suram dari kondisi penahanan yang sangat ketat yang dirancang untuk menghilangkan kontak fisik dan mengurangi interaksi sosial dan kontak dengan dunia luar seminimal mungkin”.

“Dia menghadapi prospek ini sebagai seseorang dengan diagnosis depresi klinis dan pikiran untuk bunuh diri,” katanya menjelaskan alasan pengambilan keputusan.

Baca: Penyiksaan Luar Biasa Dialami Assange Selama Sidang Ekstradisi

“Untuk alasan ini saya telah memutuskan ekstradisi akan menindas dikarenakan gangguan mental dan saya memerintahkan pembebasannya,” tambahnya.

Di luar pengadilan, para pendukungnya bersukacita mendengar berita itu dan mulai meneriakkan “Bebaskan Assange!”

Sidang jaminan bisa didengar pada Senin malam.

Aktivis internet berusia 49 tahun itu dituduh merilis catatan rahasia militer dan diplomatik pemerintah AS yang berisi catatan tentang perang di Afghanistan dan Irak.

Baca: VIDEO: Pendukung WikiLeaks Demo Diluar Penjara Belmarsh, Tuntut Pembebasan Julian Assange

Assange, yang saat ini ditahan di penjara Belmarsh dengan keamanan maksimum di tenggara London, menghadapi hukuman penjara yang berat hingga 40 tahun jika dia sampai diekstradisi ke Amerika Serikat.

Jaksa sekarang dapat mengajukan banding atas putusan di Pengadilan Tinggi London dan kasusnya bisa dibawa ke Mahkamah Agung Inggris.

Assange telah mencari perlindungan di kedutaan Ekuador di London sejak 2012, tetapi akhirnya dikeluarkan dari kedutaan pada April 2019. Dia kemudian dipenjara karena tidak membayar jaminan Inggris. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: