Inilah Motif Gelap Arab Saudi Damai dengan Qatar

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Penulis dan analis Inggris, David Hearst, mengatakan bahwa krisis Teluk kemarin telah berakhir dengan pengumuman kemenangan Qatar atas arogansi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Analisa Hearst ini disampaikan dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs Middle East Eye pada hari Rabu dengan judul “Motif Gelap di Balik Dorongan Arab Saudi untuk Persatuan Teluk”.

BACA JUGA:

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman membutuhkan tiga tahun dan enam bulan untuk sampai pada kesimpulan yang sama seperti kesimpulan yang kita semua sudah ketahui dalam beberapa hari pasca blokade Qatar dimulai, yaitu bahwa blokade ini pasti akan gagal.

Proyek untuk membungkam suara tetangga mereka itu hancur begitu Menteri Pertahanan AS saat itu James Mattis dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, mantan pebisnis minyak yang memiliki hubungan erat dengan Qatar, mengetahui rencana untuk menyerang semenanjung itu dan menghentikan mereka (Saudi Cs).

Des 2, 2021
KTT Arab Saudi

Beberapa minggu pasca blokade, tangan Qatar justru semakin kuat. Pasukan Turki tiba di Doha untuk membentuk penyangga fisik. Iran memberi Qatar penggunaan wilayah udaranya. Berkat ini, blokade tidak akan pernah berhasil dengan jembatan udara yang didirikan di sekitar Arab Saudi.

Hanya butuh waktu beberapa bulan bagi Qatar untuk menyusun operasi lobi besar-besaran di Washington, menggeser pengaruh pelobi utama untuk Saudi, duta besar Emirat Youssef al-Otaiba, dan membangun dukungan kuatnya sendiri.

BACA JUGA:

Dengan masa jabatan musuh Trump yang terlihat tidak menyuakianyadalam, Joe Biden, dalam waktu dekat, bin Salman merasa sudah tiba waktunya untuk mengakhiri kebodohannya.

Saat ini, tidak satu pun dari 13 tuntutan yang semula jadi syarat bagi Qatar yang diajukan oleh negara-negara pemblokir itu telah dipenuhi.

Baik menampung anggota Ikhwanul Muslimin maupun kebijakan luar negerinya tidak berubah. Al Jazeera belum ditutup. Aliansi Qatar dengan Iran dan Turki, justru lebih kuat.

Qatar telah menang

“Bisa dibilang Qatar menang,” Abdulkhaleq Abdulla, seorang profesor politik di Dubai yang merupakan salah satu pembela utama blokade tiga tahun lalu, mengatakan kepada Financial Times. “Biaya pertempuran terlalu tinggi. Ini adalah tiga setengah tahun terburuk dalam sejarah GCC (Dewan Kerjasama Teluk).

Selanjutnya, ada hal menarik lain untuk dicatat, yaitu siapa saja yang mangkir dari tampilan kasih persaudaraan di KTT GCC pada hari Selasa lalu.

BACA JUGA:

Ketidakhadiran Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed terjadi bersamaan dengan absennya Raja Hamad dari Bahrain dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

Bahrain berada di tengah-tengah sengketa perbatasan yang semakin sengit dengan Qatar, dan Mesir masih skeptis tentang keseluruhan masalah ini.

Ketegangan atas Yaman dan Israel

Tentu saja, ada alasan bagi perpecahan antara sang mentor bin Zayed dan sang anak didik, bin Salman. Salah satunya adalah Yaman: siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas agresi koalisi pimpinan Saudi yang diluncurkan bin Salman pada Maret 2015 lalu itu, Saudi atau Emirat?.

Sumber ketegangan kedua adalah Israel. Dalam normalisasi ujung tombak dengan Israel, Emirat dengan jelas menempatkan diri mereka sebagai mitra utama Teluk Tel Aviv.

BACA JUGA:

Selain demi menyenangkan presiden AS yang akan datang, bin Salman mungkin juga memupuk alasan gelapnya sendiri untuk berdamai dengan Qatar. Dia tahu bahwa dengan melakukan itu, bisa membeli, bahkan untuk sementara, ketenangan relatif dari media yang dikendalikan Qatar, terutama Al Jazeera Arab, yang memiliki audiens terbesar di dunia Arab.

Bin Salman dapat menggunakan detente dengan Qatar ini untuk mencapai dua tujuan, mengumumkan pengakuannya sendiri atas Israel, serta untuk membujuk ayahnya agar turun tahta dan memberikan mahkota kepadanya.

Sementara resolusi krisis dengan Qatar disambut baik, motif untuk melakukannya bisa jadi menyebabkan lebih banyak kekacauan di dunia Arab. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: