NewsTicker

AS Jatuhkan Sanksi ke Ketua Hasdh Al-Shaabi Irak

AS Jatuhkan Sanksi ke Ketua Hasdh Al-Shaabi Irak Foto Al-Fayyadh dan Abu Mahdi Al-Muhandis

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM Washington menjatuhkan sanksi pada mantan penasihat keamanan nasional Irak dan ketua Unit Mobilisasi Populer (PMU) atau lebih dikenal dengan kata Arab Hashd al-Shaabi, Falih al-Fayyadh.

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (08/01) bahwa mereka telah memasukkan Falih al-Fayyadh yang berusia 64 tahun ke dalam daftar hitam, menuduhnya bertanggung jawab atas tindakan keras oleh pasukan keamanan terhadap demonstrasi anti-pemerintah di ibukota Irak, Baghdad, dan kemudian di beberapa kota lain. di akhir 2019.

BACA JUGA:

Demonstrasi saat itu meletus sebagai akibat dari kemarahan publik terhadap pengangguran massal dan layanan publik yang gagal. Laporan-laporan mengatakan sekitar 550 orang tewas dan 30.000 lainnya cidera saat unjuk rasa anti-pemerintah berubah menjadi kekerasan.

AS Jatuhkan Sanksi ke Ketua Hasdh Al-Shaabi Irak

Foto Al-Fayyadh dan Abu Mahdi Al-Muhandis

Perdana Menteri Irak saat itu, Adel Abdul Mahdi, berjanji untuk mengatasi keluhan para demonstran dan akan merombak kabinetnya dan memberikan paket reformasi.

Namun, tindakan tersebut tidak banyak membantu para demonstran, dan protes tersebut menyebabkan pengunduran diri Abdul Mahdi. Fayyadh adalah salah satu pejabat paling senior Irak yang dimasukkan dalam daftar hitam sanksi AS.

Sanksi tersebut berupaya untuk membekukan aset apapun yang dimiliki orang yang ditunjuk di bawah yurisdiksi Amerika Serikat dan melarang perusahaan Amerika, termasuk bank dan perusahaan lain dengan cabang AS, untuk berbisnis dengan mereka.

BACA JUGA:

Sementara itu, seorang pemimpin Gerakan al-Nujaba Irak, yang kelompoknya merupakan bagian dari PMU, mengecam sanksi Washington terhadap Fayyadh, menyebutnya sebagai “tanda kegagalan konspirasi AS melawan pasukan”.

“Tindakan terhadap Falih al-Fayyadh ini menyusul ketidakmampuan Amerika Serikat untuk membubarkan Hashd al-Shaabi, dan persekongkolan melawan pasukan ini adalah proyek Amerika yang gagal”, kata Hashim al-Moussawi.

“Dimasukkannya ketua PMU dalam daftar sanksi Departemen Keuangan adalah tanda frustrasi AS, dan tidak pantas mendapat tanggapan, ” tambahnya.

Sanksi terhadap Fayyadh ini diterapkan setelah ia baru-baru ini memperingatkan adanya upaya tertentu untuk menodai citra pasukan PMU.

BACA JUGA:

“Hashd al-Shaabi mewakili orang-orang dari semua lapisan masyarakat Irak, dan akan selalu setia kepada rakyat Irak dan tuntutan sah mereka. Hashd al-Shaabi bukanlah alat represi atau alat di tangan penindas atau [pejabat] korup. Kelompok ini berusaha untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di negara ini, ”kata Fayyadh.

“Pasukan PMU adalah penjaga rakyat Irak dan akan tetap setia kepada mereka. Mereka akan melawan siapapun yang ingin menjerumuskan negara ke dalam kekacauan,” tambahnya sebagaimana dikutip Press TV. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: