NewsTicker

Relawan: Vaksin Buatan Iran Aman dan Tidak Ada Efek Samping

Relawan: Vaksin Buatan Iran Aman dan Tidak Ada Efek Samping Vaksin Iran Aman Dipakai

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Kementerian kesehatan Iran mengatakan bahwa vaksin virus corona buatan dalam negeri telah terbukti aman karena percobaan pertama pada relawan menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki reaksi terhadap suntikan tersebut.

Sekretaris Komite Etik Medis Kementerian Kesehatan Iran, Ehsan Shamsi Koushki, mengatakan pada hari Sabtu bahwa departemennya telah mengizinkan COVIRAN Barekat, vaksin yang telah memulai uji coba resmi pada manusia sejak bulan lalu, akan diuji pada tujuh orang berikutnya pada putaran ketiga percobaan.

BACA JUGA:

“Tujuh orang yang disuntik dengan dosis pertama vaksin tidak memiliki efek samping yang serius,” kata Koushki, dan menambahkan bahwa kelompok relawan baru akan mendapatkan suntikan dalam 28 hari ke depan.

Relawan: Vaksin Buatan Iran Aman dan Tidak Ada Efek Samping

Vaksin Iran Aman Dipakai

Pengumuman itu datang ketika Iran memutuskan untuk meluncurkan program vaksinasi nasional untuk mengatasi penyakit Covid-19.

Dalam sambutannya yang relevan pada bulan lalu, Kepala Tim Riset Coronavirus Markas Besar Iran untuk Pelaksana Perintah Pemimpin Revolusi, Hassan Jalili, mengatakan bahwa vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Iran akan memiliki efisiensi 90% dan cukup kuat untuk melawan mutasi virus.

BACA JUGA:

“Jika semuanya berjalan dengan baik dan setelah fase uji coba manusia selesai, produksi massal vaksin virus corona akan memakan waktu sekitar empat hingga lima bulan sebelum dipasok ke publik,” kata Jalili dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jam-e Jahan pada Senin 28 Desember.

“Vaksin yang diproduksi di dalam negeri memiliki platform yang sama dengan vaksin dari negara lain yang telah memasuki fase uji coba pada manusia. Data statistik serupa dan platform numerik yang diuji di negara lain menunjukkan bahwa vaksin tersebut efisien hingga 90% dalam membawa kekebalan terhadap virus corona”, tambahnya.

Sementara itu, Jalili mengatakan Iran akan menunggu hingga akhir fase uji coba pada manusia untuk menilai secara tepat keefektifan vaksin buatan dalam negeri.

“Saya yakin vaksin yang kami kembangkan bisa kebal terhadap mutasi virus,” imbuhnya. (ARN)

Sumber: FNA

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: