NewsTicker

Mengapa Prancis Bungkam Soal Penjara Rahasia UEA di Yaman

Mengapa Prancis Bungkam Soal Penjara Rahasia UEA di Yaman Macron dan MbZ

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COMSelama beberapa tahun terakhir, Uni Emirat Arab telah mengejar banyak agenda di Yaman Selatan, baik secara langsung atau melalui dukungan dari Dewan Transisi Selatan (STC) yang separatis.

Di antara tujuan utama Abu Dhabi di Yaman adalah mengambil kendali atas pantai Laut Merah bagian barat negara itu; Bab-el-Mandeb, selat yang terletak di antara Yaman, Djibouti dan Eritrea di Tanduk Afrika, dan Socotra, sebuah kepulauan di dekat rute pelayaran utama.

BACA JUGA:

Namun ambisi hegemoni ini tidak pernah hanya sebatas pengambilan lokasi strategis. Kisah Balhaf adalah contoh kasusnya; fasilitas minyak utama di gubernuran Shabwah yang diubah oleh Emirat menjadi pusat penahanan, antara lain.

Keberadaan penjara Balhaf pertama kali diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September 2019. Dua bulan kemudian, Armaments Observatory merilis laporan rinci tentang fasilitas yang diubah oleh Emirat menjadi pangkalan militer dan penjara rahasia ini.

Mengapa Prancis Bungkam Soal Penjara Rahasia UEA di Yaman

Macron dan MbZ

Tapi menurut sebuah artikel yang diangkat Press TV pada Senin (11/01), yang membuat cerita itu aneh adalah keheningan Prancis sejak terungkapnya rahasia tersebut. Namun, mengingat perusahaan total, perusahaan minyak dan gas multinasional Prancis, adalah pemegang saham terbesar dengan hampir 40% saham, para kritikus mengatakan ini adalah alasan dibalik sikap diam itu.

Fakta bahwa mereka telah mengambil alih pabrik gas yang penting untuk pasokan energi negara, dan untuk ekonominya, dan mengubahnya menjadi kamp penahanan di mana penyiksaan dilaporkan dilakukan hanyalah indikasi kebrutalan pasukan pendudukan di Yaman, ujar Gearoid O ‘Colmain, seorang jurnalis dan Komentator Politik.

BACA JUGA:

Parlemen Prancis telah meminta menteri luar negeri Jean-Yves Le Drian untuk menjawab pertanyaan tentang dugaan keberadaan pangkalan militer dan pusat penahanan yang dibangun UEA di sekitar Balhaf.

Anggota parlemen Prancis Clementine Autain menuduh pemerintah Emmanuel Macron menutupi kejahatan yang dilakukan oleh UEA di Balhaf. UEA secara bertahap menjadi mitra penting bagi Prancis.

“Meskipun ukurannya kecil dan sedikit, Emirat memainkan peran kunci dalam strategi internasional Prancis”.

Bagi Prancis UEA cukup berharga sehingga pantas untuk diabaikan kekejamannya. Sebagai sebuah federasi kaya dengan hasrat besar untuk membeli senjata, UEA cukup berharga bagi Prancis untuk melihat ke arah lain ketika Emirat melanggar hak asasi manusia di Balhaf, atau di manapun.

BACA JUGA:

Faktanya, diamnya Prancis dapat dijelaskan oleh kemitraannya yang menguntungkan dengan Abu Dhabi, terutama dalam kerja sama militer dan pembelian senjata.

Gearoid O ‘Colmain, Jurnalis dan Komentator mengatakan bahwa politik Uni Emirat Arab, tentu saja, mengandalkan teknologi Prancis. Mereka memiliki tank, tank-tank yang ada saat ini, dan pesawat Mirage dipasok oleh Prancis. Prancis, terus mempertahankan itu, baik teknologi militer yang mereka gunakan, peralatan militer yang mereka gunakan. Dan tentu saja itu adalah kunci mereka (UEA) untuk berperang, karena peralatannya sebagian besar telah dibeli di Barat, khususnya di Prancis. Jadi Prancis sangat terlibat dalam seluruh skenario di sini, di mana pada dasarnya pasokan energi negara itu sekarang digunakan sebagai penyiksaan dan pusat penjara.

Terlepas dari kemarahan publik, kesepakatan senjata telah semakin besar selama dekade terakhir antara Paris dan Abu Dhabi, menurut laporan tahun 2020 kepada parlemen tentang ekspor senjata. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: