NewsTicker

HEBOH! Pengunduran Diri Massal Para Menteri Kuwait

HEBOH! Pengunduran Diri Massal Para Menteri Kuwait Sidang Parlemen Kuwait

Kuwait, ARRAHMAHNEWS.COM  Para menteri Kuwait kembali mengundurkan diri secara massal setelah parlemen mengajukan mosi tidak percaya kepada Perdana Menteri Sheikh Sabah al-Khalid Al Sabah mengenai susunan kabinetnya.

Kantor komunikasi pemerintah (CGC) mengatakan pada Selasa (12/01) bahwa pemerintah telah mengajukan pengunduran dirinya “sehubungan dengan perkembangan dalam hubungan antara Majelis Nasional dan pemerintah”.

BACA JUGA:

“Hari ini, Yang Mulia Sheikh Sabah Khaled al-Hamad Al Sabah, perdana menteri, menerima di Istana Seif, Yang Mulia Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Sheikh Hamad Jaber Al-Ali Al Sabah… di mana ia mengajukan ke Yang Mulia pengunduran diri semua anggota kabinetnya,” demikian diumumkan CGC dalam sebuah tweet berbahasa Arab.

HEBOH! Pengunduran Diri Massal Para Menteri Kuwait

Sidang Parlemen Kuwait

 

Sabah, yang telah menjadi perdana menteri sejak akhir 2019, harus mengajukan pengunduran diri kepada penguasa negara, Emir Sheikh Nawaf al-Ahmed Al Sabah, untuk mendapatkan persetujuan.

Awal bulan ini, tiga anggota parlemen Kuwait mengajukan mosi untuk mempertanyakan perdana menteri. Sabah diperkirakan akan diperiksa pada sidang parlemen pada 19 Januari.

Reuters melaporkan bahwa lebih dari 30 anggota parlemen lainnya mendukung mosi tidak percaya kepada perdana menteri pada masalah-masalah seperti membentuk kabinet yang “tidak mencerminkan” hasil jajak pendapat, dan tuduhan “campur tangan” pemerintah dalam memilih pembicara dan anggota komite parlemen.

BACA JUGA:

Pengunduran diri kabinet Sheikh Jaber terjadi setelah pekan penuh ketegangan antara parlemen dengan pemerintah, yang tak jarang terjadi, pada November lalu.

Sejumlah politisi sebelumnya mengajukan mosi tidak percaya kepada sejumlah menteri yang berada dalam kepemimpinan Sheikh Jaber. Misalnya Menteri Dalam Negeri Shaikh Al Jarrah Al Sabah karena dianggap melakukan pelanggaran, dengan voting dilaksanakan pekan depan.

Karena itu, surat pengunduran diri yang disampaikan PM Sheikh Jaber diharapkan bisa menangkal gelombang mosi dari parlemen. Emir Sabah diprediksi bakal menerima surat tersebut, dan memerintahkan kepada PM Sheikh Jaber untuk mencoba membentuk pemerintahan baru. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: