NewsTicker

Merasa Ditinggalkan, Pendukung Sebut Trump Pengkhianat dan Pengecut

Ekstremis sayap kanan dilaporkan marah kepada Donald Trump karena pernyataan itu, menyebutnya sebagai "pengkhianat" dan pengecut

Merasa Ditinggalkan, Pendukung Sebut Trump Pengkhianat Para Pendemo Capitol Hill

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COMPara pendukung Trump yang dulu sangat bersemangat merasa dikhianati dan ditinggalkan oleh sang presiden pilihan mereka, setelah Trump mengecam kekerasan Capitol pasca menghasut mereka untuk “Berjuang sekuat tenaga” guna membalikkan kekalahannya dalam pemilu.

Menurut laporan yang dikutip Press TV pada Minggu (17/01), Ekstremis sayap kanan dilaporkan marah kepada Donald Trump karena pernyataan itu, menyebutnya sebagai “pengkhianat” dan pengecut.

BACA JUGA:

Dihadapkan dengan reaksi balik yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah menghasut para pendukungnya untuk melakukan protes di Kongres, Trump merilis pesan video pada hari Kamis yang menyerukan perdamaian dan tidak ada lagi kekerasan di tengah persiapan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari.

Merasa Ditinggalkan, Pendukung Sebut Trump Pengkhianat

Para Pendemo Capitol Hill

“Saya dengan tegas mengutuk kekerasan yang kita saksikan minggu lalu. Kekerasan dan vandalisme sama sekali tidak memiliki tempat di negara kita, dan tidak ada tempat untuk itu dalam gerakan kita, “kata Trump dalam rekaman pesan.

BACA JUGA:

Tinjauan terhadap ribuan pesan di berbagai platform media sosial oleh Huffington Post telah mengungkapkan bahwa nada menentang presiden muncul dari basisnya sendiri. Beberapa bahkan sampai menyerukan penangkapan dan eksekusi Trump.

“Jadi, pada dasarnya ia hanya menjual para patriot yang rela ditangkap untuknya”, tulis seorang individu dalam grup Telegram pro-Trump yang beranggotakan 15.000 orang.

Komentar seperti itu membanjiri situs-situs yang sering dikunjungi para ekstremis.

Laporan HuffPost menyebut bahwa semakin banyak pendukung Trump, yang mungkin berharap untuk mengganggu pelantikan Biden, mencela Trump dan menolak seruannya baru-baru ini untuk perdamaian. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: