NewsTicker

Para Habib Muda Pekalongan Buat Dapur Peduli Bantu Korban Banjir

Relawan yang tergabung dalam Dapur Peduli yang berisi kumpulan anak-anak muda dan juga ada beberapa anggotanya habib-habib muda, mereka berinisiatif mendirikan dapur umum untuk membantu warga yang terdampak banjir di Kota Pekalongan

Relawan Dapur Peduli Bantu Korban Banjir di Pekalongan Relawan Dapur Peduli Pekalongan

Pekalongan, ARRAHMAHNEWS.COMRelawan yang tergabung dalam Dapur Peduli yang berisi kumpulan anak-anak muda dan juga ada beberapa anggotanya habib-habib muda, mereka berinisiatif mendirikan dapur umum untuk membantu warga yang terdampak banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Para relawan berhasil menyalurkan ribuan paket makanan kepada korban banjir yang sedang mengungsi di sejumlah masjid dan gedung serbaguna.

Koordinator Dapur Peduli, Hamid Alkaff, mengatakan para relawan berhasil membagikan bantuan makanan berupa nasi bungkus dan air mineral ke daerah terdampak banjir. Menurut Habib Hamid, total sebanyak 1.213 nasi bungkus sudah disalurkan kepada warga yang terpaksa mengungsi lantaran rumahnya terendam air.

BACA JUGA:

Hamid menjelaskan pihaknya menerjunkan 25 relawan untuk menghimpun bahan makanan dan menyalurkannya kepada warga. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga bantaran sungai Kelurahan Kauman, warga Kandang Panjang dekat pesisir pantai dan Kelurahan Krapyak di area belakang Rutan Loji (Bugisan).

Seperti diberitakan, banjir melanda sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Hujan deras yang mengguyur sejak kemarin membuat sungai Loji meluap hingga menggenangi jalan dan membuat ratusan rumah warga terendam air. Sekitar 150 warga dilaporkan mengungsi di sejumlah masjid dan gedung serbaguna.

Relawan Dapur Peduli Bantu Korban Banjir di Pekalongan

Relawan Dapur Peduli Pekalongan

Warga di pengungsian menyebut bahwa rumah mereka tergenang air setinggi 1 meter hingga tak bisa ditempati. Para pengungsi juga mengatakan belum ada bantuan obat, pakaian ataupun makanan yang datang.

“Kami khawatir banjir akan bertambah parah karena curah hujan masih tinggi. Belum ada (bantuan) obat-obatan untuk anak- anak, selimut atau pakaian,” kata Irul, Selasa (19/1/2021).

BACA JUGA:

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir. BMKG menyatakan saat ini sebagian besar wilayah sudah memasuki puncak musim hujan dengan kemungkinan terjadi cuaca ekstrem.

“Perlu diwaspadai potensi bencana banjir yang kemungkinan bisa terjadi dalam waktu dekat,” kata Deputi BMKG Bidang Meteorologi Guswanto, Selasa (19/1)

Berdasarkan analisis data BMKG, PUPR dan BIG, daerah yang diprediksi berpotensi banjir kategori yaitu Banten bagian selatan, Jawa Barat bagian tengah dan timur, sebagian besar Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Jawa Timur bagian tengah dan timur pada sepuluh hari ke depan. (ARN)

Sumber: 5News

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: