NewsTicker

Buktikan Dukung LGBT, Biden Pilih Transgender Jadi Wamenkes

Biden yang selama masa kampanye dalam pemilu presiden AS lalu disebut-sebut sebagai pendukung kuat LGBT dan seorang Pedofil

Buktikan Dukung LGBT, Biden Pilih Transgender Jadi Wamenkes Rachel Levine

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden terpilih AS Joe Biden telah menunjuk seorang transgender sebagai wakil menteri kesehatannya, menjadikan Rachel Levine, sebagai pejabat federal transgender terbuka pertama yang dikonfirmasi oleh Senat AS.

Biden yang selama masa kampanye dalam pemilu presiden AS lalu disebut-sebut sebagai pendukung kuat LGBT dan seorang Pedofil, menjadikan dokter anak dan mantan dokter umum Pennsylvania, Levine, salah satu dari sedikit transgender yang melayani dalam posisi terpilih atau ditunjuk secara nasional.

BACA JUGA:

“Dr. Rachel Levine akan membawa kepemimpinan yang mantap dan keahlian penting yang kami butuhkan untuk membuat orang melewati pandemi ini, tidak peduli kode pos, ras, agama, orientasi seksual, identitas gender, atau disabilitas mereka, dan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat negara kita dalam situasi kritis ini. Saat dan seterusnya, ”kata Biden dalam sebuah pernyataan yang dikutip mercury news, menambahkan, “Dia adalah pilihan bersejarah dan sangat memenuhi syarat untuk membantu memimpin upaya kesehatan administrasi kami”.

Buktikan Dukung LGBT, Biden Pilih Transgender Jadi Wamenkes

Rachel Levine

Biden adalah salah satu pemimpin yang memberikan suara untuk hak lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer, sejak menjabat sebagai wakil presiden pada masa Barack Obama dari 2009 hingga 2017.

Di masa kampanye, dalam wawancara dengan Philadelphia Gay News, ia juga berjanji untuk memperluas hak-hak queer internasional dengan membuat kesetaraan sebagai inti diplomasi pemerintahan AS, jika ia menang dalam pilpres AS 2020 dan menjabat pada Januari 2021.

Sebelumnya mengenai dukungan Biden terhadap LGBT dan dugaan mengenai dirinya yang merupakan seorang pedofil ramai digemakan oleh para pendukung teori konspirasi QAnon. Teori konspirasi QAnon yang muncul dalam beberapa tahun terakhir menyatakan bahwa pemerintah AS telah disusupi oleh jaringan pedofilia dan satanisme yang berusaha menjatuhkan Presiden Donald Trump.

Teori ini bermula pada bulan Oktober 2017, dimana seorang pengguna anonim di forum 4chan bernama “Q” mengklaim sebagai bagian dari pemerintah AS dengan akses terhadap masalah keamanan. Dari situlah istilah QAnon berasal – huruf “Q” dan huruf pertama dari kata “anonim”.

Orang dengan identitas anonim itu mengatakan bahwa penyelidikan Robert Mueller terhadap dugaan hubungan antara kampanye Trump dan Rusia sebenarnya adalah penyelidikan terhadap elite global dan bahwa presiden memiliki rencana rahasia untuk menangkap politisi dan bintang Hollywood atas tuduhan korupsi dan pelecehan anak.

Ini bukan pertama kalinya teori konspirasi seperti ini dibahas.

Pada 30 Oktober 2016, akun Twitter seseorang dari kelompok supremasi kulit putih mengklaim bahwa email yang berbicara tentang keberadaan sebuah grup pedofil di Partai Demokrat telah ditemukan di komputer Anthony Weiner – mantan suami Huma Abedin, tangan kanan Hillary Clinton.

BACA JUGA:

Rumor ini menyebabkan Edgar Maddison Welch yang berusia 28 tahun menembakkan senapan serbu pada 4 Desember 2016, di sebuah restoran pizza di Washington DC, tempat para ahli teori konspirasi mengatakan bahwa para pedofil berkumpul.

Insiden itu disebut “Pizzagate”. Sekarang, pengikut QAnon membahas dan mengecam dugaan pedofil di forum seperti 4chan, 8chan, Reddit, serta platform media sosial seperti Twitter dan Facebook.Dan mereka tidak hanya menargetkan politisi Demokrat, tetapi penyanyi dan aktor Hollywood.

Sebelumnya pada September lalu, aktivis Johnny Graz mengatakan bahwa Biden harus diinvestigasi atas dugaan serangan seksual. Pengguna media sosial dengan nama Jake Koenig mendukung pandangan Graz dengan membuat video kompilasi Biden menyentuh remaja putri dalam beberapa kesempatan. Akan tetapi, kompilasi video itu tak bisa diunggah karena Twitter menandai unggahan tersebut masuk kategori penganiayaan pada anak.

Meme “Joe Creepy” juga beredar di forum-forum sayap kanan dan di antara para pendukung Trump, menunjukkan bahwa selain Joe Biden, para petinggi Partai Demokrat, termasuk Hillary Clinton, terlibat dalam cincin penyelundupan anak dan pedofilia internasional. (ARN)

Sumber: MercuryNews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: