Analis: Operasi Teroris di Baghdad, Pesan Saudi ke Biden

Analis: Operasi Teroris di Baghdad, Pesan Saudi ke Biden
Kondisi setelah ledakan bom di Baghdad, Irak

Baghdad, ARRAHMAHNEWS.COM  Analis politik Irak Abbas Al-Ardawi menyatakan bahwa dua serangan bom bunuh diri yang melanda Baghdad kemarin, Kamis, adalah pesan kuat Saudi kepada Presiden AS Joe Biden untuk tidak menarik pasukan dari Irak.

Dalam sebuah pernyataan kepada Fars News Agency, analis politik dan pengamat keamanan Irak dan regional mengatakan “kejahatan ini mengandung banyak pesan dan pengamat menemukan banyak aspek darinya. Ini adalah pesan dari kelompok teroris bahwa mereka masih ada dan mampu melakukan serangan seperti ini, prime time di jantung ibu kota dan dengan brutal. Ini adalah hari-hari yang disaksikan Baghdad lima tahun lalu, ketika terorisme menyerang dengan roda jebakan dan pelaku bom bunuh diri.”

BACA JUGA:

Anda juga dapat membaca ini adalah pesan Saudi kepada Biden bahwa tidak ada cara bagi AS untuk meninggalkan Irak karena kami membayar jutaan dolar kepada Trump untuk menghancurkan negera itu. Meninggkan Irak akan menjadi kesempatan untuk mengembalikan kelompok teror bahkan akan menarik minat Anda dan tidak akan membiarkan Anda pergi sesuai rencana.

Analis: Operasi Teroris di Baghdad, Pesan Saudi ke Biden
Kondisi setelah ledakan bom di Baghdad, Irak

 

Mengenai bomber yang berkewarganegaraan Arab Saudi dan masuk melalui pelabuhan Arar sebagai supir truk, Al-Ardawi mengatakan “Teroris Saudi ini dan 5000 teroris dari negara yang sama, yang tubuhnya telah membusuk dengan pembantaian di masjid-masjid, pasar, square dan tempat-tempat lainnya adalah untuk memuaskan keinginan berdarah Bani Saud.”

Kemungkinan kembalinya gelombang operasi bunuh diri dan pemboman oleh teroris, al-Ardawi mengatakan “rencana keamanan kurang objektif dan profersional dalam melawan terorisme. Kami melihat sangat penting untuk melibatkan pasukan populer (Hashd Shaabi) dalam keamanan internal, terutama upaya intelijen untuk mencegah geng-geng kriminal tersebut.”

Hari ini, Jum’at (22/01/21) organisasi teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri yang menggungcang ibukota Baghdad pada hari Kamis, menewaskan 32 orang dan melukai 110 lainnya.

Teroris ISIS Takfiri dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa salah satu anggotanya bernama Abu Yusef Al-Ansari meledakkan bahan peledak yang dikenakannya di Tayaran Square. Sementara pembom kedua dilakukan dengan cara yang sama, dari organisasi lain yang bernama Muhammad Aref al-Muhajir, setelah orang-orang berkumpul di dekat lokasi pemboman pertama. (ARN)

About Arrahmahnews 30621 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.