Dosa Besar Menhan AS Pilihan Biden Terhadap Bangsa Yaman

Menhan AS, Jenderal Lloyd Austin

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menetapkan Jenderal Lloyd Austin sebagai kepala Pentagon dan Menteri Pertahanan Kulit Hitam pertama bagi Amerika Serikat. Ia adalah mantan kepala CENTCOM yang menjalankan operasi militer di Timur Tengah selama tiga tahun di Era Obama, dan salah satu dewan direksi perusahaan senjata terbesar yang memasok senjata untuk genosida Saudi ke Yaman di era Trump.

The New York Post dalam laporan bulan lalu menyebut bahwa pensiunan Jenderal Lloyd J. Austin III menjabat sebagai dewan direksi Raytheon, salah satu pembuat senjata terbesar di dunia, dan merupakan mitra dalam sebuah perusahaan investasi yang membeli pemasok militer.

BACA JUGA:

Dan Raytheon, yang 195.000 karyawannya membuat mesin jet tempur, senjata, sensor berteknologi tinggi, dan lusinan produk militer lainnya, menghabiskan beberapa tahun terakhir menjual senjata dan sistem radar senilai miliaran dolar kepada sekutu di Timur Tengah, beberapa di antaranya digunakan untuk berperang di Yaman.

Raytheon bukanlah satu-satunya penghubung Jenderal Austin dengan perusahaan militer. Ia juga menjadi mitra di sebuah perusahaan investasi yang telah membeli perusahaan pertahanan kecil. Perpindahan perannya dari pebisnis senjata ke kepemimpinan di Pentagon, hanya akan melanjutkan pola yang dimulai oleh Presiden Trump dalam beberapa tahun terakhir.

Menhan AS, Jenderal Lloyd Austin

Raytheon mengatakan bahwa per Oktober, Jenderal Austin memiliki lebih dari 500.000 dolar saham Raytheon. Saat menjadi anggota dewan United Technologies, Jenderal Austin dibayar total 1,4 juta dolar dalam bentuk saham dan kompensasi lainnya selama empat tahun.

Raytheon sekarang menempati peringkat sebagai salah satu kontraktor militer terbesar di dunia, dengan Raytheon membual dalam laporan pendapatannya ke Wall Street bahwa mereka memiliki catatan simpanan pesanan tertunda dari pemerintah federal dengan total 73 miliar dolar.

BACA JUGA:

Raytheon, yang membayar pasukan pelobi yang terhubung dengan baik, mengatasi oposisi dan menjual senjata sebagian berkat hubungan dekatnya dengan pemerintahan Trump.

Raytheon Technologies yang berbasis di Waltham adalah pemasok senjata utama untuk Arab Saudi dan secara aktif melobi larangan Kongres tentang penjualan senjata ke Saudi. Menteri Pertahanan AS era Trump, Mark Esper, adalah salah satu mantan pelobi Raytheon.

Organisasi anti-perang, Waltham Concerned Citizens, menyerukan kepada Raytheon Technologies untuk segera menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi dan UEA dan menggunakan kekuatan otak dan fasilitasnya yang luas untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Selain itu, Jenderal “pendiam” ini menurut sebuah artikel di Foreign Policy, sebenarnya tidak pernah diam dalam kebijakan Luar Negeri AS. Itulah mengapa Biden memilihnya sebagai menteri pertahanan  dan mengapa pembentukan kebijakan luar negeri Washington perlu diwaspadai.

BACA JUGA:

Pada 2010, ketika Jenderal Lloyd Austin menjadi kepala Pasukan AS di Irak mulai dekat dengan Biden yang saat itu adalah Wakil Presiden, inilah yang mendasari keputusan Biden menjadikannya Menhan 10 tahun kemudian. Biden dan Austin memiliki keyakinan yang sama, termasuk tentang serangkaian intervensi Timur Tengah Amerika, serta keyakinan dan naluri untuk membangun kembali aliansi AS.

Sebagai kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Pusat tersibuk dari 11 komando kombatan Pentagon yang luas, Austin mengawasi dukungan AS untuk Arab Saudi dan aliansinya saat mereka melancarkan kampanye militer brutal di Yaman, memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Walaupun Biden kemudian menyerukan diakhirinya keterlibatan Amerika di Yaman, dimana dikatakan banyak pejabat mengatakan menyesali pilihan mereka, dan pada 2019, para senator Demokrat di Kongres, bersama dengan beberapa tokoh penting dari Partai Republik, memilih undang-undang untuk menarik AS dari perang, Austin, tidak pernah secara terbuka menunjukkan dukungannya pada upaya tersebut.

Jenderal Austin juga pernah menjabat sebagai mitra di sebuah perusahaan investasi bernama Pine Island Capital, yang dewan direksi dia bergabung pada bulan Juli. Perusahaan itu baru-baru ini membeli banyak kontraktor militer kecil, termasuk Precin Mac Precision Machining, yang menjual suku cadang khusus untuk sistem peluncuran roket dan senapan mesin.

Pada saat Jenderal Austin bergabung dengan perusahaan tersebut, Pine Island mengatakan bahwa dia “sudah sepenuhnya terlibat, bekerja dengan kami dalam investasi baru, membawa pengalaman dan penilaiannya ke perusahaan portofolio kami,” yang mencakup InVeris Training Solutions, yang menyediakan pelatihan penembakan senjata virtual. (ARN)

About Arrahmahnews 29527 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.