Ejekan Pedas Pembela HAM ke MbS: Sampai Jumpa di Pengadilan

Ejekan Pedas Pembela HAM ke MbS: Sampai Jumpa di Pengadilan
Sarah Leah Whitson dan Putra Mahkota Saudi

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Direktur Eksekutif DAWN, Sarah Leah Whitson, mengirimkan pesan mengejek kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman dalam postingan twitternya, memperingatkannya akan nasib buruk yang seharusnya menimpanya sebaga bayaran atas semua kejahatannya di masa lalu.

Pesan itu muncul di akun Twitter Whitson menyusul pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat.

BACA JUGA:

“Seseorang mengalami Hari yang Mengerikan, Tidak Baik, Sangat Buruk, karena dia TIDAK mendapatkan permintaan kekebalannya yang lemah dan kecil yang (sebelumnya) diberikan oleh pelindungnya yang berkuasa, Trump. Kamu tahu bahwa pemain truf itu membuang semua temannya yang curang suatu hari nanti, bukan?” ujar pembela hak asasi manusia terkemuka yang bekerja sebagai kepala Divisi Timur Tengah dan Afrika Utara untuk Human Rights Watch itu.

Ejekan Pedas Pembela HAM ke MbS: Sampai Jumpa di Pengadilan
Sarah Leah Whitson dan Putra Mahkota Saudi

“Sampai jumpa di pengadilan, Tuan Mohammed Bin Salman“, tambahnya mengejek.

Sebelumnya Putra Mahkota Saudi itu selalu mendapat pembelaan dari mantan Presiden AS Donald Trump dalam segala sepak terjangnya dalam kebijakan luar negeri maupun penindasan dan pelanggaran HAM di dalam negerinya sendiri.

CNN Amerika pernah mengungkap bahwa pemerintah AS sedang mempelajari permintaan untuk memberikan kekebalan kepada “Bin Salman” dari penuntutan. Ini terjadi setelah kasus yang diajukan terhadapnya oleh mantan perwira intelijen Saudi Saad al-Jabri, yang tinggal di Kanada, yang coba dibunuh oleh “bin Salman”. Jaringan itu menilai bahwa kemungkinan pemberian kekebalan kepada Bin Salman adalah pesan dukungan bagi para diktator di seluruh dunia.

BACA JUGA:

“Pemerintahan Trump mengirimkan pesan dukungan yang jelas kepada semua tiran karena mempertimbangkan pemberian kekebalan hukum kepada Bin Salman”, kata jaringan itu.

Mantan Presiden Donald Trump bahkan sangat mendukung sang pangeran, yang dikenal dengan inisialnya MBS, terlepas dari kesimpulan badan intelijen AS bahwa kerajaan Saudi telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi pada tahun 2018.

Dalam kampanyenya Joe Biden berjanji akan menghidupkan kembali investigasi kematian jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018 dimana Bin Salman diyakini sebagai dalang dibalik pembunuhan sadis tersebut. Penyelidikan kasus ini dihentikan oleh pemerintah Arab Saudi dan juga AS pada masa kepemimpinan Trump. (ARN)

About Arrahmahnews 30583 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.