NewsTicker

Zakharova: Rusia Tak Terima Campur Tangan AS terkait Unjuk Rasa

Kementerian luar negeri Rusia memperingatkan diplomat Amerika untuk memberikan penjelasan akan keterlibatan kedutaan besar AS di Moskow dan atas pernyataan ikut campur dari Departemen Luar Negeri.

Zakharova: Rusia Tak Terima Campur Tangan AS terkait Unjuk Rasa Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemenlu) Rusia Maria Zakharova

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemenlu) Rusia Maria Zakharova menegaskan bahwa Kementerian luar negeri Rusia akan menanggapi komentar para diplomat AS yang membela unjuk rasa tidak sah 23 Januari di Rusia.

“Tentu, kami akan menanggapinya,” katanya dalam wawancara dengan saluran televisi Rossiya-1 dan dikutip TASS pada Senin (25/01).

BACA JUGA:

Ia menegaskan lagi bahwa kementerian luar negeri Rusia telah memperingatkan diplomat Amerika untuk memberikan penjelasan akan keterlibatan kedutaan besar AS di Moskow dan atas pernyataan ikut campur dari Departemen Luar Negeri”.

Zakharova: Rusia Tak Terima Campur Tangan AS terkait Unjuk Rasa

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemenlu) Rusia Maria Zakharova

 

Tapi kami akan terus menangani masalah ini karena ini hanya puncak gunung es, dari apa yang dipublikasikan oleh jajaran pemerintahan resmi AS, rekomendasi yang diberikan oleh kementerian luar negeri dari beberapa negara Barat,” tegasnya.

Menurut Zakharova, situasi ini memiliki akar yang dalam, termasuk akar informasi. Ia mencatat bahwa tahun lalu Amerika Serikat melancarkan perang pemberatasan (berita) palsu. “Tetapi jika Anda mengakses platform digital Amerika, sebuah jaringan atau sebuah situs disana, mereka akan menyuguhi materi-materi semacam itu, bahkan jika anda tidak menginginkannya, menyerukan protes ilegal, berita palsu, dan sebagainya. Tetapi anda tidak akan pernah melihat ada sanggahan resmi dari pihak Rusia. Dan itu dilakukan dengan sengaja, “katanya.

Kremlin mengecam tindakan Washington karena terlalu dalam mencampuri aksi protes massal yang mendukung pemimpin oposisi Alexei Navalny.

BACA JUGA:

‘Peringatan Demonstrasi’ itu digaungkan pada Sabtu (23/01), di mana Kedutaan memperingatkan warga AS untuk menghindari protes dengan menyebutkan tempat-tempat di kota-kota Rusia sebagai lokasi unjuk rasa.

“Tentu saja, publikasi itu tidak pantas,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada Rossiya 1 TV pada hari Minggu, menurut kantor berita Interfax.

Peskov menegaskan bahwa tindakan itu secara tidak langsung menunjukkan mereka melakukan campur tangan mutlak dalam urusan internal Rusia.

Bukan hanya mengeluarkan ‘Peringatan Demonstrasi’, AS juga meminta pihak berwenang Rusia membebaskan pengunjuk rasa dan jurnalis yang ditahan selama demonstrasi tersebut. AS menyebut Rusia telah melakukan ‘taktik kasar’ yang digunakan oleh polisi terhadap para pendemo. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: