NewsTicker

Mantan Dubes AS: Strategi Amerika di Suriah Gagal Total

Amerika Serikat telah menghabiskan 2,6 miliar dolar di Suriah, strategi Washington di Suriah telah “Gagal” dan pasukan sekutu negara itu bahkan tidak mampu mempertahankan diri.

Mantan Dubes AS: Strategi Amerika di Suriah Gagal Total Tentara Arab Suriah berjalan di bangunan yang rusak di Kamp Yarmouk untuk pengungsi Palestina di Damaskus, 22 Mei 2018

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COMRobert Ford, mantan duta besar AS untuk Suriah, dalam artikel yang dirilis oleh Foreign Affairs menyatakan bahwa meski Amerika Serikat telah menghabiskan 2,6 miliar dolar di Suriah, strategi Washington di Suriah telah “Gagal” dan pasukan sekutu negara itu bahkan tidak mampu mempertahankan diri.

“Amerika Serikat mencoba menggunakan kekuatan militer dan tekanan keuangan untuk memaksa Presiden Suriah Bashar al-Assad menerima reformasi konstitusi utama dan zona otonomi Kurdi di timur laut negara itu. Di bawah pengawasan AS, wilayah itu berkembang menjadi semistate dengan pasukannya sendiri, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), dan birokrasi yang mengakar yang didominasi oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah (YPG) dan lengan politiknya, Partai Persatuan Demokratik (PYD)”, bunyi artikel tersebut.

BACA JUGA:

Tentara Arab Suriah berjalan di bangunan yang rusak di Kamp Yarmouk untuk pengungsi Palestina di Damaskus, 22 Mei 2018

Ia mencatat bahwa setelah enam tahun dan menghabiskan sekitar 2,6 miliar dolar di timur laut Suriah untuk membesarkan dan melindungi “bayi Amerika”, mereka tidak dapat mendukung dirinya sendiri, zona otonom itu akan tetap bergantung pada sumber daya AS di masa mendatang.

BACA JUGA:

Ia lebih lanjut menyarankan agar Presiden Joe Biden menarik pasukan dari Suriah yang dilanda perang.

“Biden sebaiknya mengubah taktik, menarik ratusan tentara AS yang saat ini dikerahkan ke Suriah dan mengandalkan Rusia dan Turki untuk menahan ISIS/Daesh”, bunyi artikel itu.

Sekutu Kurdi AS di Suriah telah meningkatkan konflik sambil menikmati dukungan dari Amerika Serikat, katanya lebih lanjut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: