Israel Ancam Serang Iran, Ini Tanggapan Para Pejabat Teheran

Israel Ancam Serang Iran, Ini Tanggapan Para Pejabat Teheran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbicara dengan kepala staf militer Israel Aviv Kochavi dalam sebuah acara di kediaman presiden di Yerusalem al-Quds pada 1 Juli 2019

Iran, ARRAHMAHNEWS.COMPejabat senior Iran menyebut ancaman Israel baru-baru ini mengenai “Opsi serangan” terhadap Iran, hanyalah “Perang psikologis” yang menunjukkan keputusasaan mereka, yang sebagian besar dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan kembalinya AS ke kesepakatan nuklir 2015.

Kepala staf militer Israel, Letnan Jenderal Aviv Kochavi, pada hari Selasa lalu mengatakan bahwa militer rezim itu sedang merevisi rencana serangannya terhadap Iran, mengklaim bahwa kembalinya AS ke kesepakatan nuklir Iran akan menjadi sebuah kesalahan.

BACA JUGA:

Kochavi mengatakan bahwa ia telah menginstruksikan militer “untuk mempersiapkan sejumlah rencana operasional, selain yang sudah ada” terhadap Iran, menambahkan, “Terserah pada kepemimpinan politik, tentu saja, untuk memutuskan penerapannya, tetapi rencana ini harus di atas meja”.

Israel Ancam Serang Iran, Ini Tanggapan Para Pejabat Teheran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbicara dengan kepala staf militer Israel Aviv Kochavi dalam sebuah acara di kediaman presiden di Yerusalem al-Quds pada 1 Juli 2019

Dalam sinyal yang jelas kepada Presiden AS Joe Biden yang telah mengisyaratkan Washington untuk  bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir, jenderal Israel itu mengatakan bahwa kembalinya AS ke Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) bahkan setelah beberapa “Perbaikan”, adalah suatu hal yang buruk dan salah dilihat dari sudut pandang operasional dan strategis”.

Sebagai tanggapan, Wakil Presiden Pertama Iran Es’haq Jahangiri mengatakan pada hari Rabu (27/01) bahwa “Israel tidak dalam posisi untuk mengomentari masalah ini.” Jahangiri sebagaimana dikutip Press TV, membuat pernyataan tersebut saat berbicara kepada wartawan di sela-sela sidang kabinet mingguan.

BACA JUGA:

Secara terpisah, kepala staf presiden Iran, Mahmoud Vaezi, juga menepis ancaman tersebut, menyebutnya sebagai retorika belaka.

“Orang-orang kami dan orang-orang di wilayah ini akrab dengan bahasa para pejabat rezim Zionis. Mereka berbicara lebih banyak [daripada bertindak] dan mereka kebanyakan (hanya) melancarkan perang psikologis”, katanya.

“Dalam aksinya, mereka tidak memiliki rencana atau kemampuan untuk melaksanakannya,” tambahnya.

Dia, bagaimanapun, berjanji bahwa Angkatan Bersenjata Iran, termasuk Angkatan Darat dan Korps Pengawal Revolusi Islam, sepenuhnya siap dalam menghadapi ancaman tersebut, menekankan bahwa latihan yang berbeda yang dilakukan oleh pasukan menunjukkan kesiapan yang kuat dan tegas untuk mempertahankan negara.

“Propaganda (baru-baru ini) yang dilakukan oleh Zionis adalah semacam perang psikologis,” kata Vaezi, menambahkan bahwa pejabat Israel tertentu berusaha untuk memaksakan pandangan mereka pada pemerintah AS.

BACA JUGA:

Ia mengatakan bahwa Israel, bersama dengan negara-negara kawasan tertentu, menentang kemungkinan Washington kembali ke JCPOA dan pencabutan sanksi anti-Teheran, dan dengan demikian mengatur lobi untuk mencegahnya.

Pendahulu Biden, Donald Trump yang membanggakan dirinya sebagai presiden paling pro-Israel, menarik AS dari JCPOA pada 2018, sebuah langkah yang disambut baik oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump juga mengembalikan sanksi kejam yang telah dicabut terhadap Teheran berdasarkan perjanjian tersebut.

Biden mengatakan bahwa ia dapat mengembalikan AS ke kesepakatan itu, tetapi para pejabat Iran telah menekankan bahwa Teheran harus melihat tindakan asli bukan hanya kata-kata dari Washington, menggarisbawahi bahwa AS harus terlebih dahulu menghapus semua sanksi untuk membuktikan niat baiknya sebelum kemudian meminta Iran untuk membatalkan tindakan balasannya.

“Apa yang kami dengar dari pemerintahan baru Amerika Serikat [sejauh ini] sebagian besar baru dalam bentuk kata-kata dan pengumuman posisinya,”ujar  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Selasa selama konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Rusia Sergei Lavrov selama kunjungan ke Moskow. “Bagaimanapun, tindakan nyata adalah yang kami (pilih untuk) tanggapi,” tambahnya. (ARN)

About Arrahmahnews 29527 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.