NewsTicker

2 Keluarga Yaman Tuntut AS atas Pembunuhan 34 Kerabatnya

Dua keluarga Yaman telah mengajukan petisi terhadap pemerintah AS atas pembunuhan “tidak sah” 34 kerabat mereka, termasuk 17 anak-anak, dalam serangan Amerika.

Yaman, ARRAHMAHEWS.COM – Dua keluarga Yaman telah mengajukan petisi terhadap pemerintah AS atas pembunuhan “tidak sah” 34 kerabat mereka, termasuk 17 anak-anak, dalam serangan Amerika.

“Keluarga Yaman ini kehilangan kerabat dan harta benda mereka antara 2013 dan 2018 dalam enam serangan udara drone dan serangan operasi khusus yang dilakukan oleh pasukan Amerika,” kata kelompok hak asasi manusia Reprieve sebagaimana dilaporkan Press TV, mereka menyerahkan petisi ke Komisi Hak Asasi Manusia Inter-Amerika atas nama keluarga yang terkena dampak.

“Diperkirakan bahwa tujuh serangan yang dipermasalahkan telah mengakibatkan pembunuhan di luar hukum terhadap setidaknya 48 orang, termasuk 17 anak-anak, dan cedera serius setidaknya tujuh orang lainnya, serta perusakan harta benda dan mata pencaharian pribadi mereka,” kata petisi yang dikutip oleh AFP pada hari Kamis (28/01) itu.

Petisi tersebut menunjukkan bahwa 34 dari mereka yang tewas adalah anggota keluarga al-Ameri dan al-Taisy, yang meminta komisi untuk menekan pemerintah AS agar segera mengambil tindakan untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut.

BACA:

Meninjau tuntutan semacam itu seringkali merupakan proses panjang yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Menurut petisi tersebut, serangan mematikan pertama terjadi pada Desember 2013 selama pemerintahan mantan presiden Barack Obama, ketika konvoi prosesi pernikahan menjadi sasaran, merenggut nyawa sedikitnya 12 orang, termasuk tujuh anggota keluarga al-Ameri dan lima orang dari keluarga al-Taisy.

Enam operasi lainnya, semuanya dilakukan selama masa jabatan mantan presiden AS Donald Trump.

“Apa yang diharapkan keluarga dari komisi tersebut yang pertama dan terpenting adalah pengakuan atas kerugian yang telah terjadi pada mereka,” kata Jennifer Gibson, pengacara Reprieve, menambahkan bahwa mereka telah mencoba beberapa kali untuk meminta Washington untuk menghentikan serangan, “ namun serangan demi serangan terus berlanjut.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: