NewsTicker

Analis: Biden akan Pertahankan Sanksi Anti-Iran Demi Israel

"Saya pikir ia akan mempertahankan beberapa sanksi karena Israel ingin dia melakukannya," tambah analis politik itu.

Analis: Biden akan Pertahankan Sanksi Anti-Iran Demi Israel Foto Joe Biden dan Netanyahu

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang penulis dan analis politik Amerika mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang baru dilantik kemungkinan akan berada dibawah kontrol Tel Aviv dan mempertahankan beberapa sanksi anti-Iran meskipun kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015.

Daniel Kovalik, seorang akademisi di Universitas Pittsburgh, membuat komentar itu dalam wawancara telepon dengan Press TV pada hari Jumat ketika mengomentari masalah yang disebut kampanye “tekanan maksimum” AS dan kegagalannya melawan tekad dan perlawanan bangsa Iran.

BACA JUGA:

Sehari sebelumnya Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan keyakinan bahwa perang ekonomi Amerika melawan Teheran telah gagal, karena komunitas dunia dengan suara bulat mendesak Washington untuk kembali ke kewajibannya di bawah kesepakatan nuklir multilateral yang ditinggalkannya pada 2018.

Analis: Biden akan Pertahankan Sanksi Anti-Iran Demi Israel

Foto Joe Biden dan Netanyahu

 

Kovalik mengecam kampanye tekanan anti-Iran menyebutnya sebagai “kampanye brutal” dan mengatakan bahwa negara itu berhasil mengatasi perang ekonomi yang dipaksakan oleh Washington.

“Benar bahwa Iran telah selamat dari perang ekonomi yang sangat brutal, dan sejumlah provokasi ini, termasuk pembunuhan Jenderal Soleimani tahun lalu, dan dengan demikian Iran telah membuktikan bahwa ia akan bertahan, dan Biden setidaknya telah menyarankan bahwa ia terbuka untuk kembali masuk ke kesepakatan, dan saya tentu berharap ia melakukannya,” kata Kovalik kepada Press TV.

BACA JUGA:

“Saya pikir ia akan mempertahankan beberapa sanksi karena Israel ingin dia melakukannya,” tambah analis politik itu. “Saya hanya melihat bahwa Israel mengancam bahwa jika ia mengangkat sanksi, mereka akan menyerang Iran. Jadi, Israel itu selalu menjadi tanda Tanya,” katanya, mengumpamakan situasi ini sebagai situasi dimana hal kecil pada suatu hal mengontrol hal besar di dalamnya (the tail wagging the dog). (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: