Pentagon Batalkan Rencana Vaksinasi Tahanan Guantanamo

Kuba, ARRAHMAHNEWS.COM – Pentagon mengumumkan pada Hari Sabtu (30/01) bahwa mereka akan menghentikan rencana untuk memberikan vaksinasi virus corona kepada para tahanan di Teluk Guantánamo, berubah drastis hanya dalam waktu beberapa hari setelah mereka mengeluarkan pernyataan bahwa vaksin akan diberikan kepada mereka yang menginginkannya.

“Tidak ada tahanan Guantanamo yang telah divaksinasi. Kami menghentikan rencana untuk bergerak maju, karena kami meninjau protokol perlindungan pasukan. Kami tetap berkomitmen pada kewajiban kami untuk menjaga keamanan pasukan kami,” kata John Kirby, juru bicara Pentagon, dalam sebuah cuitan yang dikutip Nbc news.

Baca:

Pernyataan Kirby itu dikeluarkan hanya sekitar satu jam setelah Pemimpin Minoritas DPR, Kevin McCarthy, men-cuitkan sebuah protes tentang pemberian vaksin kepada para tahanan, dengan menyebut mereka teroris.

Presiden Joe Biden “memberi tahu kami bahwa ia akan menjalankan rencana untuk mengalahkan virus pada hari pertama (menjabat). (Tapi) Ia tidak pernah memberi tahu kami bahwa itu berarti memberikan vaksin kepada para teroris lebih dulu sebelum kebanyakan rakyat Amerika.”

Kamp Tahanan Teluk Guantánamo atau Penjara Guantanamo adalah kompleks penjara militer di bawah Joint Task Force Guantanamo (JTF-GTMO) dan menempati sebagian dari pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba sejak 2002. Penjara ini menahan tokoh yang oleh pemerintah Amerika Serikat diklaim sebagai anggota dari al-Qaeda dan Taliban.

Secara hukum, narapidana harus menerima semua perawatan kesehatan mereka di pangkalan itu. Rencananya, sebanyak 40 tahanan di Guantanamo Bay akan ditawarkan vaksinasi secara sukarela. Namun, hal ini disambut dengan penolakan keras oleh banyak pihak. Anggota Parlemen AS dari Partai Republik yang menilai vaksin masih sangat terbatas, bahkan kurang di seluruh wilayah negara.

Beberapa ahli kesehatan masyarakat dan advokat peradilan pidana berpendapat bahwa orang-orang yang dipenjara harus menjadi prioritas utama untuk menerima vaksin, karena banyak diantara mereka yang ditahan di tempat sempit dan berhubungan dekat dengan staf penjara, menciptakan kondisi yang matang untuk penyebaran Covid-19.

Tidak diketahui berapa banyak orang di Guantánamo yang telah terinfeksi Covid-19. Pentagon pada Maret 2020 melarang komandan melaporkan secara terbuka kasus virus korona baru di antara personel mereka ketika kasus itu melonjak di seluruh dunia. (ARN)

About Arrahmahnews 29527 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.