NewsTicker

Sheikh Sabri: Israel Tingkatkan Upaya Rebut Masjidil Aqsha

Sheikh Ekrima Sa'id Sabri, memperingatkan bahwa rezim pendudukan Israel telah meningkatkan upaya merebut kendali penuh kompleks Masjidil Aqsha

Sheikh Sabri: Israel Tingkatkan Upaya Rebut Masjidil Aqsha Mantan Mufti Agung Yerusalem al-Quds, Sheikh Ekrima Sa'id Sabri

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COMMantan Mufti Agung Yerusalem al-Quds, Sheikh Ekrima Sa’id Sabri, memperingatkan bahwa rezim pendudukan Israel telah meningkatkan upaya untuk merebut kendali penuh atas kota suci yang diduduki dan kompleks Masjid al-Aqsha.

Ulama, yang saat ini memimpin Dewan Tinggi Islam di Yerusalem al-Quds itu mengecam rezim Israel atas penggalian dan pekerjaan konstruksi yang provokatif di Tembok Barat Masjid al-Aqsha di Kota Tua.

BACA JUGA:

“Rezim pendudukan selalu berusaha untuk menemukan barang antik yang berhubungan dengan sejarah kuno mereka dan penggalian ini dimulai pada abad ke-18 melalui kelompok arkeolog Inggris yang berpura-pura mencari barang antik, tetapi maksud sebenarnya mereka adalah untuk membuktikan adanya hubungan Yahudi dengan Yerusalem”, katanya dalam siaran pers pada hari Minggu (31/01) yang dikutip Press TV.

Sabri menggambarkan penggalian Israel yang sedang berlangsung di Al-Buraq Square sebagai “upaya baru tapi bagian dari upaya lama untuk menemukan tanda-tanda sejarah Ibrani di kota suci itu”.

Sheikh Sabri: Israel Tingkatkan Upaya Rebut Masjidil Aqsha

Mantan Mufti Agung Yerusalem al-Quds, Sheikh Ekrima Sa’id Sabri

“Rezim Tel Aviv saat ini memfokuskan penggaliannya di Al-Buraq Square, yang awalnya merupakan kawasan al-Maghariba dan tanahnya adalah properti milik Islam, dengan tujuan melenyapkan sisa-sisa Islam,” katanya.

Sabri meminta Israel segera menghentikan semua aktivitas penggalian di situs tersebut.

“Rezim itu belum menemukan satu batu pun yang terkait dengan sejarah Ibrani kuno meskipun ada penggalian besar-besaran dan jutaan yang telah dihabiskan untuk memalsukan sejarah,” tambah ulama senior itu.

“Tidak berhenti disini. Rezim pendudukan terus menghancurkan, menyembunyikan, atau melenyapkan barang antik Islam yang ditemukannya dalam upaya membalas kegagalan upayanya untuk mendapatkan bukti yang bisa membuktikan haknya atas kota suci”.

BACA JUGA:

Dalam sebuah pernyataan tahun lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Dhaifullah al-Fayez menegaskan bahwa Tembok Barat merupakan bagian integral dari Masjid al-Aqsha, yang bersama dengan Masjid Kubah Batu, membuat kompleks Masjid al-Aqsha, yang dikenal orang Yahudi sebagai Temple Mount.

Fayez, yang negaranya adalah penjaga situs suci di kompleks tersebut, menambahkan bahwa Departemen Urusan Al-Quds Awqaf dan Aqsha memiliki yurisdiksi eksklusif, di bawah hukum internasional, atas semua urusan yang berkaitan dengan Masjid al-Aqsha.

Ia menekankan bahwa semua pekerjaan pemeliharaan dan restorasi di Masjid al-Aqsha, termasuk dindingnya, berada dalam kekuasaan eksklusif Awqaf al-Quds.

Israel menduduki Kota Tua Yerusalem al-Quds selama Perang Enam Hari tahun 1967. Setelah berakhirnya permusuhan, rezim mengizinkan Awqaf untuk mempertahankan otoritas atas kompleks Masjid al-Aqsha, atau Haram al-Sharif. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: