NewsTicker

Blokade Israel Perparah Wabah Covid-19 di Gaza

Pengepungan Israel selama 13 tahun di Gaza adalah "faktor dominan dalam memburuknya situasi kemanusiaan... [mengakibatkan] kesiapan yang buruk dari sistem perawatan kesehatan, ekonomi, dan komunitas lokal untuk mengatasinya,

Blokade Israel Perparah Wabah Covid-19 di Gaza Warga Gaza Hadapi Pandemi Covid-19

Palestina, ARRRAHMAHNEWS.COM Sebuah penelitian mengungkap bahwa blokade yang diterapkan oleh rezim pendudukan Israel di jalur Gaza telah memperparah Wabah virus corona di daerah kantong pantai tersebut.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Bath yang berbasis di Inggris dan European University Institute di Florence, Italia, bekerja sama dengan organisasi konsultan IOD PARC, Warga Palestina menyadari risiko dan memahami pentingnya langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk mengurangi jumlah infeksi, tetapi banyak yang menganggap bahwa tindakan pencegahan yang harus dilakukan lebih sulit daripada penyakit itu sendiri.

BACA JUGA:

Penelitian yang hasilnya dipublikasikan pada hari Rabu tersebut, menemukan bahwa sering kali tidak ada “dukungan yang memadai untuk memungkinkan individu mengisolasi diri”.

Blokade Israel Perparah Wabah Covid-19 di Gaza

Warga Gaza Hadapi Pandemi Covid-19

“Lebih dari 70 orang dari berbagai lokasi di Gaza mengambil bagian dalam penelitian ini”, kata Al Jazeera mengutip Mohammed al-Rozzi, seorang peneliti dari Universitas Bath dan anggota tim peneliti, mengatakan.

Pengepungan Israel selama 13 tahun di Gaza adalah “faktor dominan dalam memburuknya situasi kemanusiaan… [mengakibatkan] kesiapan yang buruk dari sistem perawatan kesehatan, ekonomi, dan komunitas lokal untuk mengatasinya,” kata studi tersebut.

“Blokade Israel telah menghancurkan ekonomi di Gaza, dan ini berdampak besar pada kemampuan orang untuk mematuhi langkah-langkah lockdown, (karena) ketika melakukannya berarti mereka kehilangan sumber pendapatan mereka yang sudah terbatas,” kata pemimpin peneliti Caitlin Procter dari European University Institute di Florence.

“Banyak yang tidak mencari perawatan medis untuk kondisi kesehatan lainnya, didorong oleh ketakutan tertular COVID, dan hilangnya pendapatan yang akan ditimbulkan oleh diagnosis itu nantinya. Untuk alasan yang sama, beberapa petugas kesehatan enggan untuk merawat pasien COVID, dan banyak orang dengan gejala tidak pergi untuk tes”.

BACA JUGA:

Jalur Gaza telah berada di bawah blokade darat, udara dan laut Israel sejak Juni 2007. Blokade yang melumpuhkan ini telah menyebabkan penurunan tajam dalam standar hidup.

Selain blokade yang sedang berlangsung, al-Rozzi mengutip tingkat pengangguran yang tinggi dan pemotongan dana PBB di antara faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap ekonomi Gaza yang hampir mati.

“Semua faktor ini mempengaruhi keadaan ekonomi penduduk. Wabah pandemi dan aturan ‘tinggal di rumah’ membuat banyak orang, termasuk pekerja harian, tidak dapat menafkahi keluarga mereka”, kata al-Rozzi.

Para peneliti mengatakan langkah-langkah jarak sosial yang efektif dan prosedur karantina sangat menantang untuk diterapkan di tengah situasi ekonomi yang memburuk di Gaza.

Menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbaru pada 31 Januari, lebih dari 51.000 kasus virus korona yang dikonfirmasi dan 522 kematian akibat COVID-19 telah terdaftar di Gaza.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina telah memperingatkan bahwa sistem kesehatan di Gaza bisa runtuh jika jumlah kasus terus meningkat. PBB menyerukan Israel untuk memberi warga Palestina vaksin virus korona. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: