Amerika Akui Bunuh 1.398 Warga Sipil Irak dan Suriah

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM – Laporan yang diterbitkan oleh The Hill pada hari Kamis, mengungkapkan bahwa Amerika mengakui pembunuhan 1.398 warga sipil di Irak dan Suriah selama operasi militer melawan ISIS. Tetapi meskipun ada pengakuan operasi dan dokumentasi, Pentagon menolak memberikan kompensasi terhadap keluarga korban.

Laporan yang dikutip oleh Al-Maalomah terlepas dari kenyataan bahwa koalisi pimpinan AS telah mengkonfirmasi kerugian dan rincian pasti (termasuk koordinat GPS) dari lokasi serangan. Banyak dari keluarga korban tinggal di daerah yang dapat diakses, namun keluarga korban mengaku belum dihubungi atau diberi kompensasi. Jumlah 1.398 orang yang masuk dalam daftar yang diakui hanya mewakili sebagian kecil dari jumlah korban yang sebenarnya, yang dibunuh oleh koalisi pimpinan AS.

Baca:

“Departemen Pertahanan AS menolak memberikan kompensasi kepada keluarga korban sipil di Irak dan Suriah. Ini merupakan bagain dari kebijakan pemerintah AS bahwa tidak ada kepentingan untuk memenangkan hati penduduk daerah tersebut, mengingat kompensasi bagi Pentagon adalah senjata yang akan digunakan ketika para pemimpin lokal melihat nilai strategis dalam memenangkan hati dan pikiran,” tulis laporan itu.

Laporan itu lebih lanjut mengatakan bahwa meskipun ada alokasi 5 juta dolar dari Kongres setiap tahunnya, tiadak ada bentuk kompensasi yang diberikan untuk membayar kerugian keluarga korban pemboman Amerika dan koalisi internasional.

Laporan tersebut juga menekankan pandangan sempit dan sinis tentang kepentingan dan tanggung jawab Amerika Serikat, serta mengurangi penyesalan, pemulihan dan martabat korban perang, bahkan kompensasi saja tidak bisa menggantikan anggota keluarga yang tewas. (ARN)

About Arrahmahnews 29472 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.