NewsTicker

Houthi ke Biden: Perdamaian Akan Tercipta Jika Saudi Hentikan Agresi

Yaman menanggapi pengumuman Biden yang akan mengakhiri Perang, dengan mengatakan bahwa perdamaian sejati akan tercipta bila agresi benar-benar dihentikan

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Ketua Delegasi Nasional Yaman, Mohammad Abdulsalam, pada Hari Kamis (04/02) menegaskan bahwa perdamaian sejati bagi Yaman akan terwujud bila agresi AS-Saudi benar-benar berhenti dan pengepungan atas negara itu dicabut.

Abdulsalam membenarkan dalam sebuah cuitan bahwa agresi dan blokade militer yang dipimpin Saudi terbukti menjadi kegagalan yang menyedihkan dalam menghadapi keteguhan yang ditunjukkan oleh Rakyat Yaman. Ia menjelaskan bahwa perdamaian sejati tidak akan terjadi sebelum berakhirnya agresi AS-Saudi dan pencabutan pengepungan.

Baca:

Terkait rudal Yaman, Abdulsalam mengatakan, rudal Yaman ditembakkan sebagai tanggapan atas agresi AS-Saudi dan tidak akan berhenti hingga agresi dan blokade ini benar-benar berhenti.

Koalisi Saudi memulai perangnya melawan Yaman pada Maret 2015 untuk mengembalikan sekutunya berkuasa di sana. Puluhan ribu rakyat Yaman telah tewas dan seluruh negeri nyaris kelaparan selama agresi, yang telah mendapat banyak dukungan baik senjata, logistik, dan politik dari pihak Washington.

Bagaimanapun, negara yang telah dibombardir habis-habisan itu sejauh ini menolak untuk melepaskan operasi pertahanannya dan menolak tunduk pada tuntutan koalisi.

“Perlawanan hebat bangsa Yaman telah membuat pilihan agresor untuk agresi dan blokade menjadi kekalahan besar,” kata Abdul-Salam.

Dia menggarisbawahi kekuatan rudal pencegah negaranya yang telah berhasil dikerahkan melawan serangan koalisi, menegaskan kembali bahwa Yaman hanya akan berhenti menggunakan senjata jika koalisi mengakhiri perang dan pengepungan mereka yang telah diberlakukan secara bersamaan terhadap Yaman.

Pernyataan pejabat itu dikeluarkan setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jack Sullivan mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden akan mengumumkan diakhirinya dukungan Washington untuk perang.

Sullivan mengingatkan bahwa Biden telah berjanji untuk melakukannya selama kampanye kepresidenannya. Dia mengklaim bahwa presiden AS bahkan akan melangkah lebih jauh setelah pengumuman tersebut dengan mencoba menggelar diplomasi yang lebih aktif menuju penyelesaian konflik. (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: