AS Berencana Cabut Label Teroris dari Houthi Yaman

AS Berencana Cabut Label Teroris dari Houthi Yaman
Agresi Saudi tewaskan warga Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat malam mengumumkan bahwa mereka berencana mencabut sebutan teroris pada gerakan Houthi Ansarullah Yaman yang diberlakukan pada bulan-bulan terakhir pemerintahan Trump.

Pembalikan keputusan yang dikonfirmasi oleh seorang pejabat Departemen Luar Negeri itu, terjadi sehari setelah Presiden Joe Biden mengumumkan penghentian dukungan AS untuk kampanye militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

BACA JUGA:

“Tindakan kami sepenuhnya karena konsekuensi kemanusiaan dari pelabelan (yang dilakukan) pada menit-menit terakhir dari pemerintahan sebelumnya, dimana saat itu oleh PBB dan organisasi kemanusiaan dijeaskan akan mempercepat krisis kemanusiaan terburuk di dunia,” kata sang pejabat sebagaimana dikutip Reuters.

Senator Demokrat Chris Murphy menyambut baik keputusan itu. “Pelabelan itu … menghentikan pengiriman makanan dan bantuan kritis lainnya di Yaman dan akan mencegah negosiasi politik yang efektif,” katanya dalam sebuah pernyataan.

AS Berencana Cabut Label Teroris dari Houthi Yaman
Agresi Saudi tewaskan warga Yaman

 

Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 80% rakyatnya dalam kondisi membutuhkan bantuan.

“Kami menyambut baik niat yang dinyatakan oleh pemerintah AS untuk mencabut pelanelan karena itu akan memberikan bantuan besar kepada jutaan warga Yaman yang mengandalkan bantuan kemanusiaan dan impor komersial untuk memenuhi kebutuhan dasar bertahan hidup mereka,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

BACA JUGA:

Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memasukkan Houthi ke daftar hitam pada 19 Januari, sehari sebelum Biden menjabat.

Pemerintahan Trump mengecualikan kelompok bantuan, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Palang Merah, dan ekspor komoditas pertanian, obat-obatan, dan perangkat medis dari penunjukan itu. Tetapi pejabat PBB dan kelompok bantuan mengatakan semua itu tidak cukup, dan menyerukan agar penunjukan itu dicabut.

Sejak akhir 2014, gerakan Houthi telah menjalankan urusan kenegaraan, setelah mantan presiden yang merupakan sekutu Riyadh Abd Rabbuh Mansour Hadi mengundurkan diri dan melarikan diri ke ibu kota Saudi.

Beberapa bulan kemudian, rezim Saudi dan sejumlah sekutunya melancarkan perang mematikan di Yaman untuk mendudukan kembali Hadi ke kursi kekuasaan, tetapi kampanye yang didukung AS gagal total dalam menghadapi perlawanan keras oleh angkatan bersenjata Yaman, yang dipimpin oleh Houthi dan sekutu kelompok popular itu. (ARN)

About Arrahmahnews 29472 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.