NewsTicker

Saree: Selama Januari 1.283 Tentara Saudi Tewas dan Terluka

Sare'e juga menegaskan dalam pengumuman yang dikutip Al-Masirah, bahwa jumlah mereka yang tewas termasuk 74 tentara Saudi dan 75 tentara bayaran dari Sudan

Saree: Selama Januari 1.283 Tentara Saudi Tewas dan Terluka Brigjend Yahya Saree, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan bahwa Angkatan Darat dan Komite Populer negara itu berhasil membunuh dan melukai 1.283 pasukan koalisi agresi AS-Saudi di Yaman hanya pada bulan Januari di tahun ini saja.

Saree juga menegaskan dalam pengumuman yang dikutip Al-Masirah, bahwa jumlah mereka yang tewas termasuk 74 tentara Saudi dan 75 tentara bayaran dari Sudan.

BACA JUGA:

Ia menambahkan bahwa selama Januari 2021 Angkatan Darat dan Komite Populer juga menghancurkan dan merusak 92 kendaraan lapis baja serta menembak jatuh 6 drone mata-mata milik koalisi agresi.

Saree: Selama Januari 1.283 Tentara Saudi Tewas dan Terluka

Brigjend Yahya Saree, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman

 

Setelah bertahun-tahun Yaman menjadi target pemboman brutal koalisi Saudi dalam agresinya, militer negara itu bersama dengan komite populer, kelompok Houthi Ansharullah, berhasil membalikkan keadaan dengan perkembangan teknologi pertahanan dan persenjataan mereka, membalas serangan-serangan koalisi hingga jauh ke kedalaman Saudi.

Presiden AS yang baru, Joe Biden mengumumkan untuk menarik dukungan AS terhadap perang Saudi di Yaman, menyusul kondisi terkini.

Sementara itu, menanggapi pengumuman Biden, Ketua Delegasi Nasional Yaman, Mohammad Abdulsalam, pada Hari Kamis (04/02) menegaskan bahwa perdamaian sejati bagi Yaman akan terwujud bila agresi AS-Saudi benar-benar berhenti dan pengepungan atas negara itu dicabut.

BACA JUGA:

Abdulsalam membenarkan dalam sebuah cuitan bahwa agresi dan blokade militer yang dipimpin Saudi terbukti menjadi kegagalan yang menyedihkan dalam menghadapi keteguhan yang ditunjukkan oleh Rakyat Yaman. Ia menjelaskan bahwa perdamaian sejati tidak akan terjadi sebelum berakhirnya agresi AS-Saudi dan pencabutan pengepungan.

Terkait rudal Yaman, Abdulsalam dalam wawancara dengan Al-Mayadeen mengatakan, rudal Yaman ditembakkan sebagai tanggapan atas agresi AS-Saudi dan tidak akan berhenti hingga agresi dan blokade ini benar-benar berhenti. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: