NewsTicker

Para Pejabat Israel Takut Ditangkap Pasca Keputusan ICC

Surat kabar Israel, Haaretz, mengungkap bahwa rezim pendudukan itu kini tengah mempersiapkan daftar para pejabat yang tidak boleh bepergian ke luar negeri karena kekhawatiran mereka mungkin ditangkap.

Para Pejabat Israel Takut Ditangkap Pasca Keputusan ICC Netanyahu saat rapat

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Menyusul keputusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terkait yuridikasi untuk mengadili Israel terkait kejahatan perang atas warga Palestina, Surat kabar Israel, Haaretz, mengungkap bahwa rezim pendudukan itu kini tengah mempersiapkan daftar para pejabat yang tidak boleh bepergian ke luar negeri karena kekhawatiran mereka mungkin ditangkap.

Al-Araby Al-Jadeed yang mengutip laporan Haaretz pada Sabtu (06/01) melaporkan bahwa saat ini Israel sedang menyiapkan daftar rahasia 200 hingga 300 pejabat, yang akan diminta untuk tidak bepergian ke luar negeri, karena khawatir mereka akan ditangkap setelah keputusan pengadilan.

BACA JUGA:

 

Surat kabar itu menambahkan bahwa daftar tersebut termasuk Perdana Menteri saat ini Benjamin Netanyahu, menteri keamanan saat ini dan sebelumnya, dan orang-orang yang saat ini atau sebelumnya memegang posisi kepala staf tentara dan kepala layanan keamanan Shin Bet, juga beberapa perwira senior dan orang lain dari tingkat yang lebih rendah.

Para Pejabat Israel Takut Ditangkap Pasca Keputusan ICC

Netanyahu saat rapat

 

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengkonfirmasi bahwa wilayah yang diduduki oleh Israel pada Perang Arab-Israel 1967 tunduk pada yurisdiksinya, membuka jalan bagi organisasi antar pemerintah yang berbasis di Den Haag itu untuk membuka penyelidikan kejahatan perang ke dalam tindakan militer Israel.

BACA JUGA:

“Hari ini, Kamar Pra-Peradilan I dari ICC memutuskan, dengan suara mayoritas, bahwa yurisdiksi teritorial Pengadilan terkait Situasi di Palestina, sebuah Negara pihak dari Statuta Roma ICC, diperluas ke wilayah yang diduduki oleh Israel sejak 1967,” kata ICC di pernyataan pada hari Jumat.

Sementara itu, Perdana Menteri Otoritas Palestina memuji keputusan ICC sebagai “kemenangan keadilan dan kemanusiaan”. Mohammad Shtayyeh mengatakan keputusan tersebut membawa pesan bahwa kejahatan yang dilakukan tidak bisa dibatalkan dan bahwa pelakunya tidak akan dibiarkan begitu saja.

Shtayyeh meminta ICC untuk mempercepat proses peradilan terkait kejahatan yang dilakukan oleh rezim Israel selama tiga perang melawan Gaza, serta mengenai tahanan Palestina di penjara Israel dan pemukiman ilegal Israel. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: