NewsTicker

Menlu Qatar: Doha Siap Fasilitasi Pembentukan Pemerintahan Lebanon

Qatar mengatakan pihaknya siap untuk memfasilitasi dialog antara politisi Lebanon tentang pembentukan pemerintahan baru pada Selasa (09/02),menekankan bahwa dalam hal ini pihaknya tidak berusaha merusak inisiatif Prancis.

Menlu Qatar: Doha Siap Fasilitasi Pembentukan Pemerintahan Lebanon Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani pada konferensi pers di Moskow, Rusia pada tanggal 23 Desember 2020.

Qatar, ARRAHMAHNEWS.COM – Qatar mengatakan pihaknya siap untuk memfasilitasi dialog antara politisi Lebanon tentang pembentukan pemerintahan baru pada Selasa (09/02),menekankan bahwa dalam hal ini pihaknya tidak berusaha merusak inisiatif Prancis.

“Kami tidak berupaya untuk menghentikan prakarsa Prancis, tetapi kami berupaya menyelesaikan upaya internasional untuk membentuk pemerintah Lebanon,” kata Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, sebagaimana dikutip Anadolu Agency. Ia saat ini berada di Lebanon untuk kunjungan satu hari.

BACA JUGA:

Menyusul pertemuannya dengan Presiden Lebanon Michel Aoun, diplomat tertinggi Qatar itu mengatakan kepada wartawan bahwa “pembentukan pemerintah adalah masalah internal Lebanon, dan Qatar memiliki hubungan baik dengan semua pihak terkait, serta selalu siap memfasilitasi setiap dialog untuk membantu pembentukan  pemerintah di Lebanon”.

Menlu Qatar: Doha Siap Fasilitasi Pembentukan Pemerintahan Lebanon

Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani pada konferensi pers di Moskow, Rusia pada tanggal 23 Desember 2020.

“Tidak ada inisiatif saat ini untuk mengundang politisi Lebanon ke Doha, dan kami berharap solusinya akan keluar dari Beirut,” katanya, menyerukan kepada semua pihak Lebanon untuk membentuk pemerintahan secepat mungkin untuk mencapai kepentingan rakyat.

BACA JUGA:

Sebelumnya pada hari itu, pejabat Qatar tersebut tiba di Lebanon untuk kunjungan kerja di mana dia akan bertemu dengan para pejabat tinggi Lebanon untuk membahas perkembangan terbaru dalam urusan domestik dan regional.

Menyusul ledakan pelabuhan Beirut pada 4 Agustus, Presiden Prancis Emmanuel Macron meluncurkan inisiatif untuk membentuk pemerintahan ahli non-partisan untuk melaksanakan reformasi administrasi dan perbankan di negara yang dilanda krisis tersebut.

Karena perbedaan antara kekuatan politik, Lebanon belum dapat membentuk pemerintahan baru, sejak pemerintahan Hassan Diab mengundurkan diri enam hari setelah ledakan.

Selama lebih dari setahun, Lebanon telah mengalami krisis ekonomi terparah sejak berakhirnya perang saudara dari tahun 1975 hingga 1990, sementara  negara itu terjebak polarisasi politik yang dalam. (ARN)

Sumber: MEMO

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: