NewsTicker

Serangkaian Bom Guncang Afghanistan, Empat Polisi Tewas

Sedikitnya empat anggota pasukan keamanan Afghanistan tewas dalam ledakan bom terpisah di provinsi timur dan selatan, di tengah lonjakan bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok militan Taliban.

Serangkaian Bom Guncang Afghanistan, Empat Polisi Tewas Pasukan keamanan Afghanistan berkumpul di sekitar tubuh militan Taliban yang tewas dalam pertempuran dan serangan udara, di distrik Khogyani di provinsi Nangarhar pada 12 Februari 2021. (Foto oleh AFP)

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Sedikitnya empat anggota pasukan keamanan Afghanistan tewas dalam ledakan bom terpisah di provinsi timur dan selatan, di tengah lonjakan bentrokan antara pasukan pemerintah dan kelompok militan Taliban.

Seorang juru bicara polisi mengatakan pada hari Sabtu (13/02) bahwa sebuah Humvee yang berisi bahan peledak menargetkan sebuah pos polisi, melukai tujuh personel polisi di provinsi Kandahar selatan.

BACA JUGA:

Ledakan bom itu terjadi setelah Kementerian Pertahanan mengumumkan “18 teroris Taliban tewas dan 9 lainnya cedera” dalam operasi di distrik Arghandab di provinsi Kandahar pada hari Jumat.

Serangkaian Bom Guncang Afghanistan, Empat Polisi Tewas

Pasukan keamanan Afghanistan berkumpul di sekitar tubuh militan Taliban yang tewas dalam pertempuran dan serangan udara, di distrik Khogyani di provinsi Nangarhar pada 12 Februari 2021. (Foto oleh AFP)

 

“Ledakan lain menargetkan seorang komandan polisi di distrik Chapa Dara di provinsi Kunar timur, menewaskan empat personel polisi setempat, termasuk sang komandan,” kata seorang juru bicara polisi di provinsi tersebut, sebagaimana dikutip Press TV.

Selain itu, tiga warga sipil terluka dalam bom pinggir jalan di Jalalabad, ibu kota provinsi Nangarhar timur.

BACA JUGA:

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan-ledakan itu.

Dalam beberapa pekan terakhir hampir setiap hari terhadi serangan mematikan di Afghanistan, menargetkan warga Afghanistan terkemuka, termasuk politisi, jurnalis, aktivis, hakim, ulama, dan pasukan militer.

Pejabat Afghanistan dan AS menyalahkan serangkaian pembunuhan pada militan Taliban.

Lonjakan kekerasan terjadi ketika pemerintah Afghanistan dan Taliban sedang bernegosiasi untuk mengakhiri pertumpahan darah selama bertahun-tahun di negara itu. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: