NewsTicker

Senat AS Bebaskan Trump dari Pemakzulan

Suara Senat 57-43 kurang dari dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk menghukum Trump atas tuduhan menghasut pemberontakan

Senat AS Bebaskan Trump dari Pemakzulan Sidang Senat Amerika Serikat

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Sidang pemakzulan kedua Donald Trump telah berakhir dengan para senator AS gagal mengumpulkan suara yang diperlukan untuk bisa memakzulkan seorang presiden.

Menurut laporan Reuters, suara Senat 57-43 kurang dari dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk menghukum Trump atas tuduhan menghasut pemberontakan setelah persidangan lima hari di gedung yang sama yang digeledah oleh para pengikutnya pada 6 Januari tak lama setelah mereka mendengarnya menyampaikan pidato hasutan.

BACA JUGA:

Untuk bisa memakzulkan seorang presiden, perlu ada persetujuan dua pertiga atau 67 senator AS. Hal ini berarti butuh seluruh suara senator dari Demokrat (50 orang) dan 17 senator Republik.

Pemungutan suara terakhir yang gagal untuk menghukum Trump atas tuduhan menghasut pemberontakan, membuahkan hasil yang identik dengan putaran pemakzulan sebelumnya, yang diluncurkan atas penyalahgunaan kekuasaan Trump dan menghalangi Kongres.

 

Trump merilis pernyataan setelah bebas dari pemakzulan pada hari Sabtu kemarin dengan menyebut persidangan itu “fase lain dari perburuan penyihir terbesar” dalam sejarah AS.

“Gerakan bersejarah, patriotik, dan indah kami untuk Membuat Amerika Hebat Lagi baru saja dimulai,” kata Trump. “Di bulan-bulan mendatang saya memiliki banyak hal untuk dibagikan dengan kalian, dan saya berharap dapat melanjutkan perjalanan luar biasa kita bersama untuk mencapai kebesaran Amerika bagi semua rakyat kita”.

BACA JUGA:

Senat AS Bebaskan Trump dari Pemakzulan

Senator AS Keluar dari Kamar Senat di Capitol pada akhir hari kelima sidang pemakzulan kedua mantan Presiden Donald Trump, Sabtu, 13 Februari 2021 , di Washington

Trump menganggap sidang pemakzulannya, yang dimotori Partai Demokrat, merendahkan supremasi hukum. Ia merasa mereka menjadikan hukum sebagai alat balas dendam politik. Ia berterima kasih kepada tim hukumnya dan Senator yang telah mendukungnya.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer mengecam keputusan Senat yang membebaskan Trump. Ia menuding pemungutan suara “tidak Amerika” dan menghina para pahlawan yang berjuang untuk negara itu karena melindungi seseorang yang dianggapnya merusak demokrasi AS.

Sidang pemakzulan kedua Donald Trump dimulai pada Selasa kemarin. Trump dituduh menghasut pemberontakan terkait kerusuhan 6 Januari di US Capitol yang mengakibatkan lima orang tewas dan mengganggu pengesahan kemenangan Joe Biden di Pilpres AS. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: