NewsTicker

Di Tengah Ketakutan, Israel Kembali Lakukan Latihan Perang

Militer Israel kembali meluncurkan manuver udara kedua di dekat perbatasan Lebanon di tengah ketakutan terhadap pembalasan Hizbullah atas pembunuhan salah satu anggotanya oleh Tel Aviv.

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM – Angkatan udara Israel meluncurkan latihan “kejutan” di dekat perbatasan dengan Lebanon pada hari Senin, dengan mengatakan manuver itu akan berlangsung selama dua hari, Reuters melaporkan.

Militer yang dikutip oleh PressTV mengatakan, “latihan mensimulasikan skenario pertempuran di front utara, dan akan menguji semua komponen, termasuk mempertahankan superioritas udara.”

Manuver tersebut ditujukan untuk berlatih melindungi kepentingan Israel di wilayah pendudukan “serta menyerang dan mengumpulkan intelijen.”

Baca:

Lima hari yang lalu, militer Israel mengumumkan latihan Angkatan Darat dua hari, yang dijuluki “Lightning Storm”, di daerah yang sama.

Harian Israel ‘Hayom‘ mengatakan bahwa manuver pasukan darat datang “karena ketegangan di front utara meningkat.”

Hizbullah yang menikmati daya tarik populer yang luas di Lebanon serta kehadiran penting di seluruh bidang politik dan militer, telah bersumpah untuk membalas pembunuhan tersebut.

Dalam dua pidato setelah pembunuhan tersebut, Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengumumkan kemajuan signifikan terkait kemampuan kelompok tersebut.

Dia pertama kali mengumumkan bahwa perlawanan telah berhasil mendapatkan kecakapan untuk menghadapi drone Israel.

Baca: AS Akui Jatuhnya Korban Sipil dalam Operasi di Timur Tengah

Selanjutnya, Nasrallah mengatakan bahwa kelompoknya, dalam waktu hanya satu tahun, telah melipatgandakan ukuran persenjataan misilnya. Dia juga menekankan bahwa seluruh wilayah pendudukan berada dalam jangkauan rudal presisi.

“Setiap target di seluruh wilayah Zionis Israel yang ingin kami capai secara akurat, kami dapat mencapai secara akurat,” kata sekjen Hizbullah kepada jaringan televisi Lebanon al-Mayadeen pada 27 Desember. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: