NewsTicker

Organisasi HAM Desak Dunia Paksa Saudi Bebaskan Al-Awda

AOHR UK akhirnya mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan tegas guna menjamin pembebasan Awdah dan memungkinkannya untuk mengakses perawatan medis yang tepat.

Organisasi HAM Desak Dunia Paksa Saudi Bebaskan Al-Awda Sheikh Salman Al-Awdah

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Inggris meminta para pemimpin dunia untuk menekan otoritas Arab Saudi agar membebaskan ulama terkemuka Sheikh Salman al-Awdah.

Press TV melaporkan bahwa Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia di Inggris (AOHR UK), dalam sebuah surat terbuka yang dirilis pada hari Sabtu, menggambarkan Awdah yang berusia 64 tahun sebagai salah satu cendekiawan paling populer di Arab Saudi dan dunia Muslim.

BACA JUGA:

Ia adalah orang yang telah menyarankan reformasi wacana Islam dan berkampanye untuk partisipasi politik, terutama di Arab Saudi.

Surat itu mengatakan bahwa Awdah telah mengalami penganiayaan dari rezim Riyadh secara terus-menerus karena kampanyenya yang damai untuk reformasi di kerajaan ultra-konservatif itu.

“Yang disebut sebagai interogator Keamanan Negara Arab Saudi, telah menganiaya ulama ‘pembangkang’ ini dalam penahanan dan melarang ia tidur serta (mendapatkan) obat-obatan yang diperlukan,” kata AOHR UK.

BACA JUGA:

Organisasi itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa Awdah telah ditahan tanpa komunikasi dan dicabut kontak dengan dunia luar selama penahanannya di penjara Dhahban dan al-Ha’ir dengan keamanan maksimum.

“Ulama itu memberi tahu keluarganya November lalu bahwa seorang dokter telah memberi tahunya bahwa ia telah kehilangan setengah dari penglihatannya dan setengah dari pendengarannya. Kondisinya memburuk karena kelalaian medis,” kata surat itu.

AOHR UK akhirnya mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan tegas guna menjamin pembebasan Awdah dan memungkinkannya untuk mengakses perawatan medis yang tepat.

Awdah ditahan di penjara al-Ha’ir, yang menampung sekitar 5.000 tahanan. Menurut putranya ia tidak bisa mendapatkan perawatan medis yang seharusnya.

Surat kabar Saudi Okaz melaporkan pada 4 September 2018, bahwa jaksa penuntut umum telah menuntut Awdah dalam 37 dakwaan, dan bahkan menuntut eksekusi.

Otoritas Saudi menahan cendekiawan Muslim terkemuka itu pada 7 September 2018, menahannya di sel isolasi sejak saat itu. Pejabat juga telah memberlakukan larangan perjalanan pada anggota keluarganya.

Seorang anggota keluarga mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa ulama terkemuka itu ditahan karena penolakannya untuk mematuhi perintah otoritas Saudi men-tweet teks tertentu untuk mendukung blokade yang dipimpin Saudi terhadap Qatar. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: