NewsTicker

UEA Lantik Duta Besar Pertama untuk Israel, Mahmoud Al-Khaja

Mohammed Mahmoud Al-Khaja, dilantik oleh wakil presiden dan perdana menteri Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, yang juga penguasa Dubai.

UEA Lantik Duta Besar Pertama untuk Israel, Mahmoud Al-Khaja Pelantikan dubes UEA untuk israel oleh penguasa dubai (WAM)

Uni Emirat Arab, ARRAHMAHNEWS.COM – Uni Emirat Arab pada hari Minggu (14/02) melantik Duta besar pertama untuk Israel, satu bulan setelah kabinet negara Arab itu menyetujui pendirian kedutaan di Tel Aviv. Mohammed Mahmoud Al-Khaja, dilantik oleh wakil presiden dan perdana menteri Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, yang juga penguasa Dubai.

Kantor berita Emirat, WAM, melaporkan bahwa dalam upacara pelantikan, perdana menteri UEA meminta Al-Khaja untuk bekerja guna mengkonsolidasikan hubungan antara UEA dan Israel dengan cara yang mempromosikan budaya “perdamaian, hidup berdampingan dan toleransi.

BACA JUGA:

Kabinet UEA menyetujui pendirian kedutaan besar di Tel Aviv bulan lalu.

Israel secara resmi membuka kedutaan besarnya di ibukota UEA Abu Dhabi bulan lalu dengan Eitan Na’eh menjabat sebagai penjabat duta besar.

UEA Lantik Duta Besar Pertama untuk Israel, Mahmoud Al-Khaja

Pelantikan dubes UEA untuk israel oleh penguasa dubai (WAM)

Israel menandatangani kesepakatan normalisasi yang ditengahi AS dengan UEA dan Bahrain pada 15 September 2020, yang dikenal sebagai Abraham Accords. Sejak itu, beberapa pertemuan dan kunjungan bilateral telah dilakukan antara pejabat Israel dan Emirat.

BACA JUGA:

Palestina, yang memperjuangkan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, memandang kesepakatan itu sebagai pengkhianatan terhadap tujuan mereka.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memprotes kesepakatan normalisasi dengan Israel, mengatakan itu tidak akan membuahkan hasil selama Amerika Serikat dan rezim Israel tidak mengakui hak-hak bangsa Palestina dan menolak untuk menyelesaikan masalah pengungsi Palestina.

Abbas menegaskan kembali bahwa tidak akan ada perdamaian, keamanan atau stabilitas bagi siapa pun di kawasan kecuali jika rezim Israel mengakhiri pendudukannya atas tanah Palestina, dan Palestina dapat memulihkan hak penuh mereka seperti yang ditetapkan dalam resolusi internasional.

UEA dan Bahrain telah secara dramatis memangkas bantuan keuangan mereka kepada badan PBB untuk pengungsi Palestina setelah dua negara Teluk Persia itu setuju untuk mencapai kesepakatan yang ditengahi AS untuk menormalkan hubungan dengan Israel. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: