Sekjen Hizbullah ke Israel: Berhenti Bermain Api, Kita Berada di Era Perlawanan

Sekjen Hizbullah ke Israel: Berhenti Bermain Api, Kita Berada di Era Perlawanan
Sekjen Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah Saat live di Televisi

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah memperingatkan musuh ‘Israel’ tentang petualangan apapun di Gaza dan kawasan, ia menekankan bahwa dalam kemungkinan perang di masa depan, rezim akan menghadapi situasi paling buruk sejak pembentukannya.

Komentar itu muncul sebagai tanggapan atas latihan IDF sebagai persiapan untuk kemungkinan perang di Utara. Latihan, yang dilakukan oleh IAF itu disebut Vered Hagalil.

BACA JUGA:

“Jika kalian menyerang kota dan warga sipil kami, kami akan menyerang kota kalian. Kalian adalah negara tentara, jadi tidak ada perbedaan antara tentara Israel dan warga sipil,” ujarnya dalam pidato di televisi pada peringatan syuhada para komandan mujahidin, Selasa malam (16/02).

Sekjen Hizbullah ke Israel: Berhenti Bermain Api, Kita Berada di Era Perlawanan
Sekjen Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah Saat live di Televisi

“Setiap pembicaraan tentang perang di masa depan berbahaya dan akan menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan yang tidak pernah disaksikan oleh Israel sejak 1948,” ujarnya lebih lanjut sebagaimana dikutip Al-Manar, menambahkan ancaman keras, “Berhenti bermain api. Kita berada di era Perlawanan.”

Merujuk pada peringatan Revolusi Islam, Nasrallah mencatat bahwa Iran telah menunjukkan perlawanan selama 42 tahun terakhir dan negara tersebut telah membuat kemajuan di berbagai bidang dan telah menjadi kekuatan regional yang besar.

“Empat puluh dua tahun telah berlalu dari kemenangan Revolusi Islam di Iran; Republik Islam bertahan dan berkembang di setiap level sehingga menjadi kekuatan regional yang besar dan diperhitungkan,” katanya sebagaimana dikutip Al-Ahed News.

BACA JUGA:

Merujuk pada peringatan revolusi Bahrain pada 14 Februari, Sekretaris Jenderal Gerakan Perlawanan Hizbullah Lebanon Seyyed Hassan Nasrallah mengatakan bahwa penguasa Bahrain telah mengubah negara tersebut menjadi basis normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

Sayyid Nasrallah lebih lanjut memuji orang-orang Bahrain yang telah banyak berkorban untuk mendapatkan kebebasan mereka, yang paling utama diantara mereka adalah Ayatollah Sheikh Isa Qassim, menambahkan bahwa “rakyat Bahrain sedang berjuang untuk mengembalikan negara mereka ke situasi normal setelah para penguasanya telah mengubahnya menjadi dasar untuk normalisasi dengan ‘Israel’. “

Terkait aktivitas baru teroris ISIS di Irak dan Suriah baru-baru ini, ia mencatat bahwa AS berusaha untuk membenarkan kelanjutan kehadiran militernya di kawasan dengan mengaktifkan kembali kelompok teroris tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29999 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.