NewsTicker

Abdulsalam: Pertempuran Ma’rib Bagian dari Perjuangan Kemerdekaan Yaman

Mohammad Abdulsalam mengatakan bahwa apa yang disaksikan di Ma’rib adalah bagian dari perjuangan kemerdekaan.

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Ketua Delegasi Nasional Yaman, Mohammed Abdulsalam, membenarkan bahwa kemajuan militer di wilayah Ma’rib melawan kekuatan agresi AS-Saudi dan tentara bayaran adalah bagian dari pertempuran untuk memerdekakan Yaman.

Dalam cuitan twitternya pada Hari Sabtu (20/02), Mohammad Abdulsalam mengatakan bahwa apa yang disaksikan di Ma’rib adalah bagian dari perjuangan kemerdekaan. Rakyat Yaman juga bertekad untuk terus bergerak maju sampai provinsi yang diduduki itu berhasil dibebaskan.

Komentar Abdulsalam ini disampaikan menyusul pidato pemimpin gerakan Ansharullah Yaman, Sayyed Abdulmalik Al-Houthi, yang mengatakan bahwa pertempuran di Ma’rib, Al-Jawf, Al-Bayda, Taiz, dan Pantai Barat, adalah untuk melawan penyerang yang berupaya untuk mengontrol rakyat Yaman.

BACA JUGA:

“Kami tidak mau berada di bawah hegemoni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat, Israel, atau negara asing mana pun. Kami ingin merdeka, dan identitas iman kami mendorong kami untuk berjuang demi mencapai kemerdekaan,” tegas pemimpin Houthi tersebut.

Tentara Yaman dan Pasukan Rakyat terus membebaskan daerah-daerah penting di Ma’rib dengan baru-baru ini Bendungan strategis Marib, serta gunung al-Balaq berhasil dibebaskan dari kendali pasukan koalisi pimpinan Saudi.

Bendungan Marib yang bersejarah terletak di barat daya kota Marib dan karena ketinggian dan lokasinya yang penting, memiliki peran strategis dalam mengontrol kawasan ini. Bendungan Marib dikatakan berasal dari 4.000 SM dan telah dibangun kembali dalam beberapa tahun terakhir. Bendungan tersebut memiliki luas sekitar 30 kilometer persegi dan kapasitasnya diperkirakan mencapai 400 juta meter kubik.

BACA JUGA:

Selama perang Yaman dan pada Mei 2015, bendungan Marib menjadi saksi bentrokan dan pemboman oleh pesawat tempur koalisi Saudi, yang juga menyebabkan kerusakan pada dinding bendungan. Setelah itu, pasukan Ansarullah mundur dari bendungan ke bagian timur Sarwah dan sekarang, setelah 6 tahun, mereka menguasai kembali bendungan tersebut.

Dengan Ansarullah sepenuhnya mendominasi bendungan Marib dan melintasinya, jalan selatan ke kota Marib sekarang berada di bawah kendali pasukan Ansarulah dan komite populer Yaman, dan dalam perkembangan masa depan, kita mungkin melihat jalan selatan Marib terputus dan pengepungan kota penting ini diperketat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: