Zarif Kecam Kebisuan Barat atas Perluasan Fasilitas Nuklir Dimona, Israel

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengecam kebisuan Barat yang tak mengeluarkan reaksi atas tindakan rezim Zionis memperluas fasilitas nuklir Dimona, satu-satunya pabrik bom nuklir di kawasan.

“Israel sedang memperluas Dimona, satu-satunya pabrik bom nuklir di kawasan itu. @POTUS @iaeaorg @BorisJohnson @EmmanuelMacron #AngelaMerkel Sangat prihatin? Prihatin? Sedikit? Mau berkomentar? Sudah saya duga,” tulis Zarif di laman twitternya, dengan menyebut akun twitter Presiden AS, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Israel memperluas fasilitas nuklir Dimona yang terletak di gurun Negev. Berbagai media yang dikutip MEMO pada Sabtu (20/02) menyebut bahwa laporan diterbitkan menyusul citra satelit baru yang dirilis pada hari Kamis.

BACA JUGA:

Dimona adalah fasilitas penelitian nuklir Israel. Secara resmi berganti nama seperti nama mendiang Presiden dan Perdana Menteri Israel Shimon Peres pada 2018. Israel mengembangkan bahan fisil untuk persenjataan nuklirnya di reaktor nuklir ini.

Panel Internasional Bahan Fisil (IPFM), sebuah kelompok ahli independen, pada hari Kamis merilis gambar baru, menunjukkan bahwa area yang sedang dikerjakan adalah beberapa ratus meter ke selatan dan barat dari titik pemrosesan di fasilitas nuklir.

Pavel Podvig, seorang peneliti dengan program sains dan keamanan global di Universitas Princeton, menjelaskan: “Tampaknya pembangunannya dimulai pada awal-awal 2019, atau akhir 2018, jadi sudah berlangsung sekitar dua tahun, tapi hanya itu yang bisa kami katakan saat ini.”

BACA JUGA:

Fasilitas nuklir rahasia yang dibangun dengan bantuan Prancis pada 1950-an itu telah memainkan peran kunci dalam melengkapi persenjataan nuklir Israel.

Menurut The Guardian, Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan bahwa Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak, terbuat dari plutonium yang diproduksi di reaktor air berat Dimona.

Israel telah mengakui keberadaan reaktor nuklir Dimona, tetapi tidak mengkonfirmasi atau menyangkal tujuan fasilitas tersebut, yang dianggap sebagai pembuatan senjata nuklir.

Menutup telinga terhadap seruan internasional untuk transparansi nuklir, rezim pendudukan itu dengan dukungan kuat AS, menolak untuk bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir. (ARN)

About Arrahmahnews 31376 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.