Niluh Djelantik Borong Kain Endek Bali yang Ditolak Christian Dior

Niluh Djelantik Borong Kain Endek Bali yang Ditolak Christian Dior
Niluh Djelantik, Bali

Bali, ARRAHMAHNEWS.COMNiluh Putu Ary Pertami Djelantik atau yang lebih dikenal dengan panggilan Niluh Djelantik memborong semua kain tenun Endek Bali yang ditolak oleh Brand Ternama Dunia Christian Dior. Hal itu diceritakan oleh Niluh di akun Facebooknya “SAMPAH” BAGI DIOR. BERKAH BAGI BALI”.

Memutar roda ekonomi. Menjaga martabat. Ini cara kami tuk menjaga Bali. Bukan hanya sekedar slogan himbauan minim empati.

BACA JUGA:

Suatu malam WA masuk. Ada beberapa foto Endek. Salah satunya si hijau . Niluh Djelantik rutin memesan ratusan meter Endek seminggunya dengan si penenun.

Niluh Djelantik Borong Kain Endek Bali yang Ditolak Christian Dior
Niluh Djelantik, Bali

Aku langsung menelponnya,”Warna hijau tua bukannya sama seperti yang dipesan Dior sayang?”.

Penenun,”Iya Mbok. Kainnya ditolak, katanya warnanya terlalu tua.”

Terlepas dari hak cipta desain Endek Bali adalah milik Bali. Etika berbisnis kami jalankan dengan berhati-hati. Kami pernah mengalami situasi dimana model-model sepatu Niluh Djelantik ditiru oleh Brand besar di Eropa. Kami diam saja sambil terus berkarya.

Kali ini kami dihadapkan pada situasi bagaimana penenun yang bertahan hidup dari pesanan, harus menghadapi kenyataan bahwa kain yang mereka tenun untuk Brand tersebut ditolak hanya karena warnanya sedikit berbeda.

BACA JUGA:

Haruskah kain itu dimusnahkan seperti Brand LV yang memusnahkan koleksinya yang tak lagi dijual?

Bisakah Dior menanggung resiko membeli kain Endek yang dipesan untuk menjaga imagenya? Paham bahwa 100% dikerjakan manual. Proses warna tak akan bisa persis sama?

Sejak 2 minggu lalu aku menyaksikan tumpukan tenunan hijau yang menimbulkan euphoria di seluruh negeri.

Bahkan di berbagai media menyebar, andil sang penguasa memperjuangkan kain tenun Endek Bali, mensejahterakan penenun Bali. Seriously? How?

Kain yang dianggap “sampah” itu duduk disebelahku, menemani gundahku.

Siapa yang bertanggung jawab jika kendala ini dialami penenun?

Kain yang ditolak kuterima. Kubayar didepan agar penenun bisa tetap menenun tanpa berkecil hati bahwa karyanya tak akan pernah bisa sempurna selayaknya kain buatan mesin. Sebuah syarat yang diterapkan oleh mega Brand itu pada mereka.

Di tangan Niluh Djelantik, kain “sampah” kini menjelma menjadi hasil karya yang indah yang mendapatkan tempat khusus di hati para kesayangan. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 29529 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.