NewsTicker

Aktivis Pro-Palestina Ternama Meninggal Dunia karena Covid

Naqqash mendirikan dua kelompok di kota Kfarchouba dan Bint Jbeil di selatan Lebanon, yang anggotanya kemudian membentuk kepemimpinan gerakan perlawanan Lebanon.

Aktivis Pro-Palestina Ternama Meninggal Dunia karena Covid Anis al-Naqqash

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COMAktivis politik terkemuka Lebanon dan juru kampanye veteran di front perlawanan Islam, Anis al-Naqqash, meninggal dunia pada usia 70 tahun setelah tertular virus corona baru.

Naqqash meninggal dunia pada Senin pagi (22/02) setelah dirawat di unit perawatan intensif (ICU) sebuah rumah sakit di ibu kota Suriah, Damaskus, beberapa hari lalu.

BACA JUGA:

Memujinya sebagai “pemikir dan pejuang kebebasan,” kantor berita resmi SANA mengatakan ia “dirawat di perawatan intensif dua hari lalu … karena kesehatannya memburuk akibat Covid-19.”

Jenazahnya akan dibawa ke ibu kota Lebanon, Beirut, pada Hari ini, Selasa (23/02) untuk pemakaman.

Naqqash lahir pada tahun 1951 di Beirut. Ia bersekolah di Al-Maqasid al-Islamiyyah School dan sejak usia muda berpartisipasi dalam gerakan protes, termasuk demonstrasi dalam solidaritas dengan aktivis Aljazair Djamila Bouhired, yang menentang pemerintahan kolonial Prancis di Aljazair.

Ia bergabung dengan gerakan Fatah Palestina pada tahun 1964, dan aktif di front perlawanan anti-Israel. Di antara aktivitasnya untuk meningkatkan perlawanan terhadap pendudukan Israel, ia melatih para pejuang pro-Palestina di sebuah kamp pelatihan di Lebanon selatan pada saat itu.

Naqqash bahkan melakukan mogok makan untuk memprotes kelambanan negara-negara Arab, ketika pasukan komando elit tentara Israel Sayeret Matkal menghancurkan 14 pesawat di Bandara Internasional Beirut pada malam 28 Desember 1968.

 

Ketika militer Israel menginvasi Lebanon pada tahun 1978, ia pindah ke bagian selatan negara itu dan secara substansial membantu perlawanan terhadap agresi Israel di Lebanon selatan.

BACA JUGA:

Naqqash kemudian memutuskan untuk meninggalkan Fatah dan mendirikan faksi Lebanon, tetapi anggota gerakan Palestina tetap memberikan penghormatan yang besar kepadanya meskipun ia berpisah.

Ia mendirikan dua kelompok di kota Kfarchouba dan Bint Jbeil di selatan Lebanon, yang anggotanya kemudian membentuk kepemimpinan gerakan perlawanan Lebanon.

Naqqash berjanji setia kepada mendiang pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini setelah kemenangan Revolusi Islam 1979 di Iran.

Ia memiliki peran penting dalam memfasilitasi koordinasi antara kelompok perlawanan Palestina dan otoritas Iran, serta memiliki hubungan yang kuat dengan para pejabat Iran.

Ia sangat dekat dengan Imad Mughniyeh, seorang komandan senior gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon yang terbunuh dalam serangan bom mobil AS-Israel di lingkungan Kafar Souseh di barat daya Damaskus pada Februari 2008.

Hizbullah Berduka atas Meninggalnya Naqqash

Gerakan perlawanan Hizbullah berduka atas kematian aktivis politik Lebanon dan veteran pejuang perlawanan itu, menggambarkannya sebagai pendukung setia perjuangan Palestina dan front perlawanan anti-Israel.

“Almarhum adalah salah satu pemikir dan peneliti terpenting di kawasan, dan telah melakukan banyak penelitian penting dan studi strategis, yang secara kualitatif berkontribusi dalam konfrontasi dengan musuh Zionis,” kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan yang dikutip Press TV.

BACA JUGA:

Pernyataan itu menambahkan, “Anis al-Naqqash menghabiskan bertahun-tahun hidupnya sebagai pejuang perlawanan. Masalah Palestina selalu ada di hati dan pikirannya, dan ia biasa memobilisasi orang-orang yang mencintai kebebasan di seluruh dunia untuk mendukungnya dan membela orang-orang Palestina yang tertindas. “

“Ia dengan gagah berani membela perlawanan [anti-Israel] di Lebanon serta tujuan politik dan militernya di berbagai forum lokal dan internasional. Ia juga mendukung Republik Islam Iran dalam menghadapi sanksi dan agresi serta mempertahankan nilai-nilainya. Selain itu, ia menentang plot melawan Suriah, yang dirintis melalui perang yang dilancarkan oleh sponsor internasional dan regional terorisme.”

Ansharullah Yaman Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Naqqash

Sementara itu, Al-Masirah melaporkan bahwa Biro Politik Ansharullah Yaman juga mengungkapkan dukacita salah satu tokoh perlawanan itu dengan menyebut ini adalah sebuah kehilangan besar, seseorang yang berpegang teguh pada prinsip yang dimilikinya, dengan budaya politik serta intelektual luas yang memungkinkannya untuk mengikuti perkembangan dan menyajikan pendekatan politik yang sangat akurat dan bijaksana.

BACA JUGA:

Biro politik itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “almarhum Naqash membawa panji Palestina sebagai tujuan suci yang ia yakini ketika da masih muda dan memperjuangkannya sepanjang hidupnya.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa Almarhum benar-benar merupakan contoh dari orang yang berkomitmen yang tidak membeli atau menjual komitmennya meskipun dihadapkan dengan berbagai godaan dan ancaman, dan Palestina selalu menjadi kompasnya dalam setiap aktivitas. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: