NewsTicker

Pengganti Soleimani: AS Hanya Mengerti Bahasa Kekuatan

"Perlawanan telah mengajari Iran bagaimana berbicara dengan AS, yang hanya mengetahui bahasa kekuatan saja," kata kepala Pasukan Quds dalam konferensi di Teheran,

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Brigadir Jenderal Ismail Qa’ani, komandan Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam, mengatakan bahwa Iran telah belajar bagaimana menangani AS, yang hanya memahami bahasa kekerasan.

“Perlawanan telah mengajari Iran bagaimana berbicara dengan AS, yang hanya mengetahui bahasa kekuatan saja,” kata kepala Pasukan Quds dalam konferensi di Teheran, Selasa (23/02).

Menunjuk pada keberhasilan Iran dalam mengubah ancaman menjadi peluang dalam menghadapi perlawanan, komandan itu menekankan, “AS akan berhenti mengeluarkan ancaman hanya jika dipimpin oleh sistem pemerintahan yang bijaksana.”

“Apa pun ancaman yang mereka (Amerika) tunjukkan berubah menjadi peluang terbaik (untuk Iran),” kata Jenderal Qaani sebagaimana dikutip Tasnim.

Brigjen Ismail Qa’ani berbicara di sebuah konferensi tentang klaim hukum-internasional Iran terkait dengan 8 tahun perang Irak-Iran, di Teheran pada 23 Februari 2021 (IRIB)

BACA JUGA:

Ia juga merujuk pada Letnan Jenderal Qassem Soleimani yang gugur dalam serangan teroris AS di Baghdad pada Januari 2020, dengan mengatakan, “Komandan Soleimani mengupayakan keamanan sejak hari pertama” dan selama 10 tahun ia “secara langsung” berperang dengan teroris-teroris mengerikan dunia.

Kepada pembunuh Jenderal Soleimani, ia berkata, “Anda adalah individu putus asa yang menyandangkan terorisme terhadap Komandan Soleimani sementara para proklamator pembela hak asasi manusia membisu.”

“Kami akan terus menyusuri jalan Syahid Soleimani dengan kehormatan dan kebanggaan, dan akan berdiri melawan para penindas dunia,” katanya.

BACA JUGA:

Sebelumnya, pada 10 Februari, penasihat militer tertinggi untuk Pemimpin Revolusi Islam, Mayjen Yahya Rahim Safavi, mengatakan bahwa musuh asing dan ekstra-regional Iran, khususnya “segitiga kejahatan, yaitu Amerika, Zionis, Inggris, dan pelayan regionalnya. “Tidak dapat menimbulkan ancaman militer yang serius ke Iran.

Dalam sebuah pesan yang menandai peringatan 42 tahun kemenangan Revolusi Islam pada awal Februari, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Mohammad Hossein Baqeri memperingatkan musuh-musuh di kawasan dan di luar kawasan, akan tanggapan menghancurkan yang akan mereka dapatkan jika terjadi petualangan militer melawan Iran. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: