NewsTicker

Think Tank AS: UEA Masih Lakukan Agresi ke Yaman

Lembaga Think-tank Amerika mengatakan Uni Emirat Arab (UEA) terus terlibat dalam perang di Yaman, meskipun mengklaim telah menarik pasukan.

Washington, ARRAHMAHNEWS.COM – Justin Russel, kepala think-tank center for foreign policy Affairs (NYCFPA) dalam sebuah wawancara dengan portal berita Middle East Eye (MEE) pada hari Senin, mengatakan bahwa organisasinya mendokumentasikan keterlibatan terus menerus militer UEA di Yaman, setelah Abu Dhabi mengklaim telah menarik diri dari koalisi pimpinan Saudi pada Oktober lalu.

Russel mengatakan setelah empat bulan terungkap bahwa Uni Emirat Arab sangat aktif dalam perang di Yaman, dengan menggunakan pulau-pulau strategis, pelabuhan dan pangkalan militer serta milisi bayaran.

“UEA, baik dalam sorotan atau di bawah radar, terus melakukan agresi di Yaman,” ujarnya.

Baca: 

“Pengumuman penarikan pasukan UEA menarik perhatian internasional. Pada dasarnya memalingkan perhatian dunia internasional dari apa yang sebenarnya mereka lakukan di Yaman.. Dalam penelitian kami, membuktikan masih adanya pendanaan dan dukung UEA di medan perang dengan berbagai cara,” Russel mengatakan.

Lembaga think tank tersebut juga telah mengajukan gugatan terhadap Departemen Luar Negeri AS atas kesepakatan senjata dengan UEA, yang sekarang dibekukan.

Shireen al-Adeimi, seorang aktivis dan profesor kelahiran Yaman di Michigan State University, mengatakan kepada MEE bahwa UEA kemungkinan akan mempertahankan pasukan asing yang telah dilatih dan didanai di daerah-daerah yang ditariknya.

“Tahun lalu, mereka mengumumkan bahwa mereka mundur … Benar apa yang mereka katakan, tapi mereka meninggalkan tentara bayaran terlatih,” kata Adeimi.

“Mereka membuatnya tampak seperti mereka telah menarik diri dari Yaman. Sementara yang mereka lakukan hanyalah menarik kehadiran fisik resmi mereka,” katanya. “UEA dapat mengambil keuntungan dari Saudi sebagai kelompok yang menghadap ke depan untuk perang ini, sementara mereka dapat mengambil langkah mundur dan berada di belakang layar.”

Adeimi mengatakan kepentingan UEA di Yaman bervariasi, tetapi tujuan utama negara kecil Teluk Persia itu adalah mempertahankan pengaruh atas Selat Bab el-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.

Aktivis kelahiran Yaman itu mengatakan UEA telah bekerja selama perang untuk mengambil pos-pos strategis di sekitar jalur air, yang strategis dan sangat penting untuk pengiriman sekitar sembilan persen minyak mentah dunia dan minyak sulingan yang diperdagangkan melalui laut.

“Sangat jelas bagi saya sebagai orang Yaman apa tujuan akhir UEA, dan itu untuk memastikan bahwa mereka memiliki pemerintah di Yaman yang akan memudahkan kapal-kapal tanker minyaknya untuk melewati Bab el-Mandeb,” kata Adeimi.

Baca: Houthi Selangkah Lagi Kendalikan Total Ma’rib

“Ini lokasi strategis yang sangat penting. Itu sebabnya Yaman selalu mendapat intervensi oleh Arab Saudi dan AS di masa lalu,” tambahnya. “Itulah yang sebenarnya terjadi.”

MME melaporkan bahwa UEA telah mengubah bandara Al Rayan di kota pelabuhan Mukalla, tenggara Yaman, menjadi pangkalan militer untuk pasukan pendudukannya sejak awal perang dan menolak untuk membuka kembali fasilitas tersebut sejak saat itu.

Pemerintah Yaman juga mengatakan pasukan Emirat menggunakan bandara “sebagai penjara ilegal untuk melakukan penyiksaan keji terhadap orang Yaman.” (ARN)

Sumber: PressTV. 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: