NewsTicker

Abdulsalam: Koalisi Saudi Jadikan Ma’rib Basis Serangan ke Provinsi Lain

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Ketua Delegasi Nasional Yaman, Muhammad Abdul Salam, membenarkan bahwa pertempuran Ma’rib adalah tanggapan atas eskalasi, dengan menunjuk bahwa musuh menggunakan Marib untuk menyerang Sanaa, Al-Jawf dan Al-Bayda , dan menjadikannya titik awal untuk operasi militer mereka, sehingga menghadapi agresi ini adalah masalah mendasar yang akan terus berlanjut.

Abdulsalam juga menegaskan bahwa mengusir penjajah asing adalah tugas setiap warga Yaman yang merdeka, menekankan bahwa musuh tidak boleh melakukan pendudukan di provinsi mana pun di Yaman, seperti yang mereka lakukan saat ini di Ma’rib.”

“Mengusir penjajah asing adalah tugas setiap warga Yaman yang merdeka, dan kerja sama antara rakyat diseluruh negeri diperlukan untuk membebaskan semua provinsi,” kata Mohammed Abdulsalam dalam cuitannya pada Hari Rabu (24/02).

BACA JUGA:

Kepala delegasi nasional Yaman itu menegaskan bahwa musuh telah menginjak-injak martabat penduduk Ma’rib, dan mengubah provinsi itu menjadi “platform untuk menargetkan rakyat Yaman dan batu loncatan untuk operasi militer agresif di provinsi lain.”

Sebelumnya, Kepala Tim Rekonsiliasi Nasional Komprehensif dan Solusi Politik Yaman, Youssef Al-fishi, juga mengatakan hal serupa, bahwa Ma’rib dijadikan pangkalan bagi agresi AS-Saudi dari mana mereka melancarkan serangan terhadap provinsi-provinsi tetangganya di negara itu.

Dalam laporan Al-Masirah, Al-Fishi menjelaskan bahwa dibawah komando perwira Saudi, sekelompok takfiri meninggalkan negara mereka dan menduduki Ma’rib.

BACA JUGA:

“Mereka yang hadir di kota Ma’rib, sekelompok partai Islah, Ikhwanul Muslimin, al-Qaeda dan ISIS, berkumpul dari dalam dan luar negeri, telah menggusur penduduk asli dan menduduki tanah mereka. Kami meminta mereka untuk meletakkan senjata dan menghentikan penghancuran, ” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

“Mengapa kita tidak pernah mendengar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan dan komunitas internasional yang dipimpin oleh Amerika, tentang keprihatinan mereka terhadap blokade tidak adil yang menyiksa 30 juta orang di Yaman?”

Al-Fishi menunjukkan bahwa komunitas internasional mengungkapkan keprihatinannya tentang kekerasan sementara kami tidak mendengar keprihatinan mereka “tentang penutupan bandara Internasional Sana’a, yang menyebabkan kematian ribuan pasien, atau kekhawatiran mereka tentang penahanan kapal tanker minyak, yang menyebabkan penghentian total sektor kesehatan dan jasa.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: